Banjir Landa Palabuhanratu Sukabumi: 4 Desa-1 Kelurahan Terdampak, Jalan Lumpuh

7 Maret 2025 4:10 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Material longsoran tebing tanah yang menutup jalan nasional yang merupakan akses jalan utama penghubung Sukabumi dengan Palabuhanratu tepatnya di Jalan Raya Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/12/2024). Foto: Aditya A Rohman/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Material longsoran tebing tanah yang menutup jalan nasional yang merupakan akses jalan utama penghubung Sukabumi dengan Palabuhanratu tepatnya di Jalan Raya Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/12/2024). Foto: Aditya A Rohman/Antara
ADVERTISEMENT
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi menyebabkan terjadinya banjir di Kecamatan Palabuhanratu serta Kecamatan Simpenan, Kamis (6/3) malam.
ADVERTISEMENT
Camat Palabuhanratu Deni Yudono mengatakan di Kecamatan Palabuhanratu, banjir tersebut tersebar di sejumlah titik di Desa Pasirsuren, Desa Tonjong, Desa Citarik, Desa Jayanti dan Kelurahan Palabuhanratu.
“Yang banjir itu merupakan daerah di sepanjang jalur sungai Cipalabuan, Cigangsa dan Sungai Canghegar,” kata Deni lewat keterangannya.
Deni menyatakan, Kelurahan Palabuhanratu menjadi daerah terparah dari bencana banjir ini. “Jadi untuk di Kelurahan Palabuhanratu itu merata hampir di semua RW,” ujar Deni.
Selain merendam kawasan permukiman, RSUD Palabuhanratu serta Puskesmas Palabuhanratu juga terdampak banjir.
Pasar Ikan Palabuhanratu serta Pasar Palabuhanratu tak luput dari terjangan banjir akibat luapan Sungai Cipalabuan. Jalan-jalan di wilayah Kelurahan Palabuhanratu juga tidak dapat dilintasi kendaraan sebab terendam air dengan ketinggian bervariasi.
ADVERTISEMENT
Menurut Deni, banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur daeerah itu sejak sore hari. Banjir disebut terparah dari tahun sebelumnya.
“Hujan itu besarnya setelah magrib pas buka puasa dan sampai sekarang Jumat dini hari hujan masih terus turun,” ujarnya.
Saat ini tengah dilakukan evakuasi oleh Polri/TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan.
Banjir di Kecamatan Simpenan
Sementara itu di Kecamatan Simpenan, banjir merendam sejumlah wilayah permukiman di Desa Cidadap.
“Kalau titik banjirnya banyak, di kedusunan Mariuk, Kedusunan Simpenan, kedusunan Pasir Lengking, kedusunan Cihurang. Banjir ini terjadi karena air yang mengalir dari wilayah yang lebih tinggi, penyebab lainnya karena luapan sungai seperti sebagian wilayah kedusunan Simpenan banjirnya akibat luapan Sungai Cidadap, kalau sebagian wilayah kedusunan Cihurang karena luapan Sungai Cimandiri,” ujar Kepala Desa (Kades) Cidadap Deden Anta Nurman.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, banjir terjadi pada pukul 20.30 WIB dengan ketinggian air bervariasi mulai dari setinggi betis hingga dada orang dewasa. “Untuk rumah warga yang terendam belum diketahui berapa jumlahnya, kini warga yang terdampak sudah mengungsi ke rumah tetangga dan kerabatnya, listrik pun mati,” ujarnya.
Deden menyatakan, Jembatan Cidadap atau yang dikenal dengan nama jembatan Bojongkopo penghubung jalan raya ruas Bagbagan-Kiara dua amblas akibat diterjang luapan Sungai Cidadap.
”Jembatan Bojongkopo itu perbatasan antara Desa Cidadap dan Desa Loji Kecamatan Simpenan. Yang sudah roboh itu di sebelah Loji,” pungkasnya.