Banjir-Longsor: Dony Oskaria Minta BUMN Turun Tangan, Polda Usut Pembalakan Liar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

Bencana banjir dan longsor melanda, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.

Dampak banjir merambah ke pemukiman warga dan merusak infrastruktur penting serta akses jalan utama terputus. Lebih parahnya lagi dampaknya ratusan korban jiwa dan masih ada yang belum ketemu.

Kepala BP BUMN (Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara) Dony Oskaria meminta seluruh BUMN membantu korban banjir di Sumatera. COO Danantara ini menegaskan, koordinasi tanggap darurat harus berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kepada seluruh BUMN agar ikut membantu saudara kita melalui BUMN Peduli,” ujar Dony Oskaria kepada wartawan, Sabtu (29/11).

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria berjalan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Dalam sebuah video yang ramai di media sosial, terlihat ada rekaman video air bah membawa potongan kayu. Kuat dugaan hal tersebut merupakan dampak karena masif pembalakan liar di daerah hulu sungai.

Dony Oskaria mendesak polisi mengusut tuntas perusakan hutan yang memicu bencana.

Menurutnya, banjir tidak terjadi secara alami sepenuhnya. Ia menilai pembalakan liar 99 persen memicu kerusakan hutan dan memperparah aliran air.

“Banjir bandang di Sumbar, Sumut dan Aceh ini terjadi akibat pembalakan hutan. Tangan manusia yang membuat bencana ini. Kapolda di tiga daerah itu harus usut perusakan hutan liar di Sumbar,” jelas Dony.

Selain itu, Dony menegaskan pentingnya percepatan penanganan untuk mengurangi risiko bencana lanjutan.

Dony Oskaria mengingatkan, cuaca ekstrem masih berpotensi memicu longsor baru. Seluruh pihak diminta tetap waspada dan mengikuti instruksi otoritas resmi.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

"Saya berharap kapolda segera menindaklanjuti permintaan tersebut. Kerja cepat dan terarah dinilai menentukan keberhasilan pemulihan Sumatera. Dengan demikian, seluruh pihak dapat bergerak dalam satu komando dan fokus pada penyelamatan warga,"ujarnya