Banjir Putus Jalur Penghubung 2 Kecamatan di Pelalawan, Warga Gunakan Perahu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas bantu warga terdampak banjir di Kabupaten Pelalawan, Jumat (9/2).  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas bantu warga terdampak banjir di Kabupaten Pelalawan, Jumat (9/2). Foto: Dok. Istimewa

Banjir di Kabupaten Pelalawan mulai surut, Jumat (9/2). Ini terlihat dari ketinggian air yang turun hingga 15 cm. Namun, jalur penghubung Kecamatan Bandar Seikijang dan Kecamatan Pangkalan Kerinci belum bisa dilalui kendaraan.

"Terjadi penurunan 15 cm dari hari sebelumnya. Namun, jalan yang menghubungkan Kelurahan Langgam ke Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Seikijang, dan jalan penghubung menuju Kecamatan Pangkalan Kerinci yang melewati Jalan Koridor RAPP masih belum bisa dilewati oleh kendaraan darat," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto melalui Kapolsek Langgam, Iptu Alferdo Krisnata Kaban.

Personel Polsek Langgam bantu warga terjebak banjir dan tak dapat melintas. Foto: Dok. Istimewa

Untuk membantu warga yang terdampak, Pemerintah Kecamatan bersama Polsek Langgam telah mendirikan Posko Siaga Penanggulangan Bencana Banjir yang terletak di Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam.

Warga Sewa Perahu untuk Melintas

Masyarakat yang ingin menyeberang ke Desa Sotol tersedia pompong di Jembatan Desa Tambak, Kecamatan Langgam. Setiap kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp 15 ribu.

Sedangkan untuk penyeberangan dari Kecamatan Pangkalan Kerinci dan Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Sei Kijang dipatok tarif Rp200 ribu.

Petugas polisi telah ditempatkan di dua penyeberangan itu untuk membantu masyarakat setempat.

"Dengan kegiatan ini, peran Polri dalam menjaga Kamtibmas menjelang Pemilu Tahun 2024 dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat," pungkas Kapolsek.