Banjir Solo Meluas, 18.905 Penduduk di 4 Kecamatan Terdampak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga yang mengungsi akibat banjir besar di Kota Solo, Jawa Tengah Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga yang mengungsi akibat banjir besar di Kota Solo, Jawa Tengah Foto: Dok. Istimewa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo mencatat ada 18.905 penduduk yang terdampak banjir parah di Kota Solo, Jawa Tengah, hingga Kamis (16/2) pukul 23.00 WIB. Para korban tersebar di 15 kelurahan yang berada di Kecamatan Serengan, Kecamatan Laweyan, Kecamatan Jebres, dan Kecamatan Pasar Kliwon.

"Total 18.905 jiwa di 15 kelurahan dan kecamatan yang dilanda banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB sampai malam," kata Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto, Kamis (16/2).

Banjir di Kota Solo, Jawa Tengah Foto: Dok. Istimewa

Banjir di Kecamatan Jebres tersebar di Kelurahan Gandekan, Kelurahan Jagalan, Kelurahan Jebres, Kelurahan Sudiroprajan, dan Kelurahan Kampung Sewu. Yang terdampak paling parah adalah di Kelurahan Kampung Sewu dan Kelurahan Jagalan.

kumparan post embed

"Lokasi pengungsian ada di pendopo kelurahan setempat dan SD. Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut," tutur Nico.

Sementara itu, banjir di Kecamatan Pasar Kliwon merendam enam kelurahan. Yaitu, Kelurahan Semanggi, Kelurahan Kedunglumbu, Kelurahan Mojo, Kelurahan Pasar Kliwon, Kelurahan Sangkrah, dan Kelurahan Joyosuran.

"Kalau banjir di Kecamatan Laweyan terjadi dua kelurahan, yakni Kelurahan Bumi dan Kelurahan Pajang. Kita evakuasi warga yang masih bertahan di rumah serta membuat dapur umum di lokasi pengungsian," tandasnya.