Banjir Terjang Kulon Progo: Persawahan hingga Sekolah Terendam

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir setinggi 60 cm menggenang SMK N 1 Temon, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (13/10/2022).
 Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Banjir setinggi 60 cm menggenang SMK N 1 Temon, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (13/10/2022). Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah titik di Kecamatan Temon dan Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, DIY, terendam banjir akibat hujan yang terus mengguyur sejak Rabu (12/10) malam hingga Kamis (13/10) pagi.

Banjir ini juga menyebabkan area persawahan dan sekolah tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 50-60 sentimeter.

"Di persawahan itu sebetulnya petani melon baru saja panen malah kebanjiran ini mungkin mereka jadi rugi banyak," kata Kepala BPBD Kulon Progo Joko Satyo Agus Nahrowi dihubungi wartawan, Kamis (13/10).

Sementara itu, di Kecamatan Temon beberapa sekolah yakni SMK N 1 Temon, SMK Ma'arif Temon, dan Pondok Pesantren Nurul Jannah juga terendam banjir hingga 60 sentimeter. Airnya masuk ke dalam kelas sehingga kegiatan belajar mengajar pun dihentikan sementara.

"Dua SMK ini karena adanya bangunan parapet. Penangkal banjir. Jadi air di pemukiman nggak bisa masuk ke saluran lapisan karena tertahan," katanya.

Banjir juga merendam permukiman warga. Airnya mencapai 10 sentimeter. Namun, tak ada warga yang sampai mengungsi.

Banjir setinggi 60 cm menggenang SMK N 1 Temon, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (13/10/2022). Foto: Dok. Istimewa

"Enggak ada dari laporan TRC sementara belum ada warga mengungsi. Di pemukiman di Temon Wetan hanya 10 cm [genangan airnya]," tuturnya,

Di sisi lain, Joko juga memastikan Bandara YIA yang masuk wilayah Kecamatan Temon masih aman dari ancaman banjir.

"Bandara aman. Laporan tadi dari BMKG aman tidak banjir," ujarnya.

Sementara di Kecamatan Panjatan, genangan air 10 cm meter juga masuk beberapa rumah warga.

"Rumah terendam sementara nggak ada laporan hanya air masuk saja, tergenang. Ada 4 atau berapa gitu [tergenang]. Yang lain mungkin kecil-kecil tidak begitu mengganggu," jelasnya.

BPBD Kulon Progo mengimbau agar masyarakat waspada apabila hujan dengan durasi lama mengguyur. Selain itu, drainase juga patut dibersihkan agar saluran air tak tersumbat.

"Saluran drainase untuk dibersihkan dan normalisasi kemudian lancar airnya. Sampah yang bisa mengakibatkan gorong-gorong tersumbat dibersihkan," pungkasnya.