Bantah Isu Sakit Keras, Erdogan Muncul di Publik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki melalui tautan video, di istana Presiden di Ankara, Kamis (27/4/2023). Foto: Kepresidenan Turki melalui AP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki melalui tautan video, di istana Presiden di Ankara, Kamis (27/4/2023). Foto: Kepresidenan Turki melalui AP

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan muncul di muka publik pada Kamis (27/4). Kemunculan tersebut sekaligus membantah rumor Erdogan sakit keras.

Isu beredar karena jatuh sakit Erdogan harus menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit.

Dalam sebuah rekaman video Erdogan hadir pada upacara peresmian pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki, Akkuyu, yang berdiri di sebelah selatan. Erdogan hadir secara daring.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki melalui tautan video, di istana Presiden di Ankara, Kamis (27/4/2023). Foto: Kepresidenan Turki melalui AP

Nampak pula Presiden Rusia Vladimir Putin yang turut hadir daring. BUMN Rusia adalah pihak yang ikut membantu PLTN Turki itu.

Erdogan terlihat duduk di belakang meja dan dikelilingi anggota kabinet dan para penasihat politiknya.

Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, menyatakan kehadiran Erdogan membuktikan rumor sakit keras sama sekali tidak benar.

"Kami menolak segala bentuk klaim tidak berdasar terkait kesehatan Presiden (Erdogan)," kata Altun seperti dikutip dari Associated Press.

Menkes Turki, Fahrettin Koca, mengakui Erdogan sempat mengalami gangguan kesehatan. Namun, kondisinya sudah membaik.

"Saya bersamanya pagi ini. Kondisi kesehatannya baik. Efek dari infeksi pencernaannya sudah menurun. Dia akan melanjutkan agendanya," papar Koca.

Kondisi kesehatan Erdogan sempat menjadi pertanyaan usai ia menunda dua agenda kampanye. Kementerian Kesehatan kemudian menyatakan sang kepala negara menderita muntaber.