Bantu Disanto, Bocah Asal Papua yang Alami Penumpukan Cairan di Otak

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Disanto Runaki, balita penderita hidrosefalus. Foto: Dok. Balleonews
zoom-in-whitePerbesar
Disanto Runaki, balita penderita hidrosefalus. Foto: Dok. Balleonews

Di usianya yang menginjak 1 tahun 8 bulan, Disanto Runaki hanya mampu terbaring lemah di tempat tidur. Balita laki-laki asal Kabupaten Wondama, Papua Barat, ini tumbuh tak seperti anak-anak lainnya.

Tubuh Disanto kurus kering, namun kepalanya besar, jauh melampaui ukuran tubuhnya. Ibunya, Agnes Runaki, menyebut Disanto menderita hidrosefalus sejak 2018.

Hidrosefalus adalah kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Atau bahasa sederhananya adalah air di dalam otak, sehingga menyebabkan kepala penderitanya membesar.

"Keluarga tidak bisa mengobati karena tidak memiliki biaya yang mencukupi. Apalagi saya tidak memiliki pekerjaan pokok yang bisa menghasilkan uang," ujar Agnes Runaki kepada Balleonews, media partner resmi kumparan, Minggu (6/10).

kumparan post embed

Saat ini Disanto diurus oleh ibu dan neneknya. Balita ini sudah menjalani beberapa kali menjalani perawatan dan diminta dirujuk ke Rumah Sakit Jayapura. Namun karena keterbatasan dana, Disanto belum juga dirujuk dan mendapat pengobatan memadai.

Agnes menyebut, pihaknya sudah menerima surat rujukan dari Puskesmas Wasior ke RSUD Wasior. Hanya saja mereka kesulitan membiayai transportasi menuju RSUD Wasior.

Untuk membantu agar Disanto dapat berobat, kumparan berinisiatif menggalang bantuan dana online melalui Kitabisa.com. Bantuan akan disalurkan kepada Agnes dan keluarganya demi membantu biaya pengobatan Disanto, dapat menyalurkannya dalam tautan berikut:

embed from external kumparan