Bantu Korban Gempa NTT, Sido Muncul Salurkan Rp 400 Juta lewat BPOM dan KPPPA

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sido Muncul menyalurkan bantuan Rp 300 juta untuk korban gempa NTT melalui BPOM. Foto: dok. Sido Muncul
zoom-in-whitePerbesar
Sido Muncul menyalurkan bantuan Rp 300 juta untuk korban gempa NTT melalui BPOM. Foto: dok. Sido Muncul

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menyerahkan bantuan senilai Rp 300 juta kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membantu korban gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diserahkan Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat dan diterima langsung oleh Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. di Gedung BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Irwan mengatakan, bantuan melalui BPOM merupakan salah satu bentuk kepedulian Sido Muncul terhadap para korban gempa NTT. Ia menyebut penyaluran bantuan ini baru merupakan tahap awal.

“Jadi hari ini kami bantu lewat BPOM, dan kedua, Kementerian PPPA. Ini baru mulai,” kata Irwan kepada wartawan.

Irwan menjelaskan bantuan kepada korban bencana alam gempa akan diberikan dalam bentuk uang. Menurutnya, skema tersebut dipilih agar bantuan lebih mudah dikirim dan dapat digunakan langsung oleh masyarakat di lokasi bencana.

Sido Muncul menyalurkan bantuan Rp 300 juta untuk korban gempa NTT melalui BPOM. Foto: kumparan

“Memang bantuannya ini dalam bentuk uang supaya gampang kirimnya. Sebab kalau dalam bentuk barang, ongkos kirimnya lebih mahal mungkin,” ujar Irwan.

Lebih lanjut ia mengatakan masyarakat di wilayah terdampak masih memiliki akses ke sejumlah toko sehingga bantuan berupa uang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Tak sampai di situ, Sido Muncul juga berencana menggalang bantuan tambahan dari para pemasok atau supplier yang menjadi mitranya.

“Di sana kan masih banyak toko yang buka (jadi masyarakat bisa membeli barang-barang yang dibutuhkan sesuai keperluan). Kami nanti juga akan coba menggalang dana dari supplier-supplier kami. Siapa yang mau membantu,” kata Irwan.

Untuk distribusi, Irwan mengatakan bantuan melalui BPOM nantinya dapat disalurkan melalui jaringan kantor BPOM yang berada di berbagai daerah. Sido Muncul juga akan menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.

“Nanti kami akan langsung ke masyarakat, misalnya gereja, banyak masyarakat di sana yang sudah minta (bantuan),” jelas Irwan.

Irwan mengatakan, bantuan untuk korban gempa akan dilanjutkan sampai pada tahap pascabencana, ketika kebutuhan masyarakat mulai bergeser dari bantuan darurat menuju pemulihan.

“Karena pascabencana itu justru lebih banyak nanti dibutuhkan perbaikan rumah atau apa. Saya sering mengunjungi tempat-tempat bencana gini. Saya sering kali melihat mereka yang mengalami itu enggak bisa diceritain (rasa sedihnya),” ungkap Irwan.

Sido Muncul menyalurkan bantuan Rp 300 juta untuk korban gempa NTT melalui KPPPA. Foto: dok. Sido Muncul

Pada hari yang sama, Sido Muncul juga menyalurkan bantuan Rp 100 juta untuk korban gempa NTT melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan Sido Muncul melalui dua lembaga tersebut mencapai Rp 400 juta.

BPOM: Bantuan Akan Disalurkan ke Korban Gempa NTT

Sementara itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengatakan bantuan yang diterima melalui program BPOM Peduli akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak. Ia menyebut penyaluran dapat dilakukan dengan cepat karena BPOM memiliki jaringan kantor hingga ke daerah.

“Kalau dalam bentuk uang tunai kan bisa langsung ditransfer, dan tentu transfernya secara real time, bertanggung jawab,” kata Taruna.

Taruna menjelaskan, BPOM memiliki balai besar, balai, loka, hingga pos BPOM di berbagai daerah. Jaringan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu proses distribusi bantuan agar dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Setelah sampai ke lokasi, khususnya di balai-balai besar kami yang kantornya di situ banyak, nanti kan lebih mudah. Personel kami yang akan membawa langsung,” ujarnya.

“Jadi pertanyaannya, kita langsung secepatnya, bahkan saya sendiri juga lagi mengatur jadwal untuk menuju ke tempat itu. Bukan untuk seremonial, tapi kita ingin bantuan langsung,” sambungnya.

(kS)