Bantu Stabilkan Ekonomi, UKM Sahabat Sandi Borong Puluhan Warteg di Tangerang
·waktu baca 2 menit

Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok seperti daging hingga cabai membuat omzet pengusaha Warung Tegal (Warteg) semakin menurun.
Hal ini membuat relawan pendukung Sandiaga Uno 'UKM Sahabat Sandi' memberikan bantuan melalui borong puluhan warung nasi di Tangerang untuk menstabilkan perekonomian Tanah Air.
Hasil memborong makanan tersebut lantas diberikan kepada masyarakat dengan cukup membayar Rp 2.000 saja dari harga awal Rp 15.000.
Ketua UKM Sahabat Sandi Tangerang Ida Noor mengatakan, program yang dilakukan untuk meringankan beban para UMKM. Sehingga jika terus diupayakan akan berdampak pada pemulihan ekonomi secara nasional.
"Harga bahan pokok saat ini cukup tinggi membuat pelaku UMKM mengeluh, maka hari ini kami di Tangerang meringankan beban mereka dengan membeli makanan dari puluhan warteg seharga Rp 15.000 yang dapat ditebus hanya Rp 2.000 oleh masyarakat sekitar," kata Ida di Warteg Abidzar, Tangerang, Banten, Kamis (20/10/2022).
Lebih lanjut, Ida akan memberikan pelatihan kepada para pedagang warung nasi di Tangerang. Ia pun menegaskan mereka perlu memahami cara meningkatkan omzet penjualan.
"Program ini terus berlanjut, mereka perlu diberi pelatihan, bagaimana cara meningkatkan omzet agar tetap stabil," ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga yang bekerja sebagai tukang rongsok bernama Marta (66) menyampaikan program ini dapat bermanfaat. Dikarenakan susahnya mencari barang bekas membuat pendapatan tidak menentu dan berdampak pada kebutuhan makan sehari-hari.
"Saya bekerja sebagai tukang rongsok, tadi melihat bahwa UKM Sahabat Sandi menjual makanan yang biasanya saya beli Rp15.000 namun kali ini hanya Rp 2.000," ucap Marta.
Marta mengapresiasi kegiatan UKM Sahabat Sandi yang tepat sasaran. Selain itu, ia berharap Menparekraf Sandiaga Uno dapat menjadi Presiden RI di 2024 mendatang.
"Terima kasih untuk UKM Sahabat Sandi telah membuat program seperti ini. Saya menginginkan Pak Sandi dapat menjadi Presiden Republik Indonesia di 2024," pungkasnya.
