Bantu Warga Ikut Ganjil-Genap, Pemprov Gandeng Waze dan Google Maps

Pemerintah telah memperluas aturan ganjil-genap di beberapa jalan arteri DKI Jakarta. Saat ini, perluasan ganjil-genap itu masih dalam tahapan uji coba dan sosialisasi kepada masyarakat. Akibat perluasan ganjil-genap ini, banyak masyarakat yang hijrah untuk menggunakan angkutan umum.
Namun, Kadishub DKI Jakarta Andriyansah, mengakui masih ada masyarakat yang enggan beralih menggunakan transportasi umum. Terkait hal itu, pihaknya sudah bekerjasama dengan Waze dan Google Maps agar masyarakat tak ragu berpartisipasi dalam sistem ganjil genap.
"Sekarang kan ganjil-genap diperluas, otomatis kendaraan tidak bisa sembarang lewat, maka dari itu kita sudah bekerjasama dengan pihak Waze maupun Google Maps," kata Andri di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (26/7).
Andri mengatakan, sejak 2 Juli 2018 para pengguna kendaraan pribadi khususnya mobil sudah bisa mengetahui jalan mana saja yang dikenakan ganjil-genap. Sehingga dengan bantuan dari aplikasi itu pengemudi akan dialihkan ke jalur alternatif.
"Jadi itu tinggal ketik plat nomor di aplikasi nanti di sana sudah diarahkan harus gimana dan lewat mana saja," ucap Andri.

Meski demikian, Andri tetap berharap perluasan kawasan ganjil-genap membuat masyarakat beralih ke transportasi umum.
"Dari awal ini kita jadikan momentum masyarakat agar mau menggunakan transportasi umum. Selain itu, kita tahu cuaca di DKI semakin hari semakin panas karena banyaknya kendaraan yang lewat. Maka dari itu, diharapkan ke depannya masyarakat beralih menggunakan transportasi umum," tutur Andri.
