Bantuan Bupati Jember untuk Ponpes Korban Banjir Ditarik Lagi

Penanganan korban banjir di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, oleh Bupati Jember Faida, menjadi buah bibir. Pasalnya, bantuan berupa 5 kasur, selimut, dan sembako untuk Pondok Pesantren Mahasiswa Ma'had Baitul 'Ilmi ditarik lagi.
"Awalnya ditarik semua oleh petugas, tidak ada yang disisakan," ujar ustaz Mastur, pengasuh Ponpes Mahasiswa Ma'had Baitul 'Ilmi di lokasi, Jumat (14/2).
Lima paket bantuan itu sebelumnya diserahkan langsung oleh Bupati Faida pada Jumat (7/2). Penyerahan itu disertai seremonial, foto bersama, dan dihadiri rombongan dari Kecamatan Kaliwates hingga RT/RW.
Menurut Mastur, Bupati Faida berjanji akan memberi 18 paket bantuan, sesuai jumlah santri. Namun, karena simbolis hanya diberi 5 paket.
"Tapi, diambil lagi setelah acara bubar, dengan alasan akan diberikan lagi bersama di kantor kelurahan," ujar Mastur menceritakan.
Tiga hari kemudian, Ketua RW setempat memanggil salah seorang santri untuk mengambil bantuan. Ternyata, yang diberikan hanya berupa 2 kasur dan 2 selimut. Tidak sesuai janji Bupati Faida yang akan memberi bantuan 18 paket.
"Pak Camatnya mengatakan begini: karena yang banjir tidak hanya di sini, maka diratakan," sambung Mastur menirukan alasan Camat Kaliwates, Asrah Widono.
Mastur menyesalkan kejadian tersebut. Sebab, merasa hanya menjadi obyek seremonial acara Bupati Faida. Selain itu, juga mengakibatkan santri-santri mahasiswa yang menempuh kuliah di Institut Agama Islam Negeri Jember itu kini tidur dengan hanya beralaskan karpet.
"Teras depan jebol, air banjir masuk. Nunggu karpet kering lagi pun harus dua hari," sesal dia.
Asrah Widono menyebut dari Kelurahan Kaliwates tidak lengkap. Sehingga jumlah bantuan tidak sesuai dengan yang dijanjikan Bupati Faida.
Dia menyarankan agar pihak pesantren memberi laporan lagi ke kelurahan agar diusulkan tambahan bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
"Informasinya tidak lengkap kemarin, di datanya Pak Lurah tidak sampai detail. Saya pikir kemarin dikasihkan semua yang 18 itu," kata Asrah.
