Bantuan Indonesia Terhadap Kemerdekaan Palestina Meningkat, Apa Saja?

29 November 2022 18:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Massa aksi memegang bendera Indonesia dan Palestina saat mengikuti aksi solidaritas di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Massa aksi memegang bendera Indonesia dan Palestina saat mengikuti aksi solidaritas di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan kepada bangsa Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaannya dari pendudukan Israel.
ADVERTISEMENT
Pada tahun ini, bentuk dukungan tersebut lebih meluas — mulai dari peningkatan kerja sama ekonomi, pembangunan, hingga pengembangan kapasitas terhadap rakyat Palestina.
Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Bagus Hendraning Kobarsyih, menjabarkan hal tersebut saat menghadiri acara Penutupan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) yang digelar di Universitas Al-Azhar, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/11).
Bagus menggarisbawahi bahwa kemajuan dalam bidang perdagangan antara kedua negara terus meningkat dan pihaknya berharap, kerja sama pada sektor tersebut dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.
“Pada Januari sampai Juli 2022, telah tercatat perdagangan naik 21,28 persen dibandingkan tahun yang sama pada periode sebelumnya,” kata Bagus.
Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Bagus Hendraning Kobarsyih, di acara Penutupan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) di Universitas Al-Azhar, Jakarta Selatan, Selasa (29/11). Foto: Aliyya Bunga/kumparan
“Indonesia juga telah memberikan fasilitas unilateral, seperti pembebasan bea masuk untuk kurma dan zaitun dari Palestina ke Indonesia. Dan sekarang kita sedang proses pembicaraan dengan Kementerian Perdagangan untuk memperluas produk-produk apa yang bisa kita berikan untuk diberikan pembebasan bagi produk dari Palestina,” jelas dia.
ADVERTISEMENT
Selain di bidang ekonomi, Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pembangunan kapasitas bagi Palestina. Dalam hal ini, Bagus menyinggung soal lawatan Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammad IM Shtayyeh, ke Istana Negara pada Oktober lalu.
Dalam lawatan itu, pemerintah Indonesia dan Palestina telah menyepakati dua MoU — yang pertama adalah perjanjian hibah, serta MoU antara BPOM RI dengan Kementerian Kesehatan Palestina di bidang obat-obatan dan makanan terkait food security and health operation.
Dalam MoU dengan BPOM RI, kedua negara juga sepakat bekerja sama dalam aspek sertifikasi halal pada makanan.
“Saya kira ini dalam perspektif ke depan sangat penting, karena saat ini Palestina sedang menghadapi kondisi kemanusiaan yang luar biasa dikaitkan dengan pandemi dan juga pembatasan-pembatasan yang dilakukan, di samping itu juga adanya tekanan dari pihak internasional,” ungkap Bagus.
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Perdana Menteri Palestina Mohammad IM Shtayyeh memeriksa pasukan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Mengenai dorongan Indonesia dalam memperoleh dukungan internasional kepada Palestina, pemerintah juga telah menyalurkan bantuannya melalui Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC).
Saat ini pula, pemerintah sedang dalam proses mengirimkan bantuan melalui UNRWA, badan PBB yang bertugas membantu pengungsi Palestina.
“ICRC sudah kita lakukan penandatanganan, sekitar 2 minggu yang lalu dan sekarang dengan UNRWA. Proses ini memang tidak berjalan cepat, karena perlu ada pembicaraan dengan pihak-pihak terkait di Palestina,” tutur Bagus.
Bagus menekankan, pemerintah Indonesia sangat mendukung keanggotaan Palestina ke dalam bagian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lebih lanjut, terlepas dari bantuan kemanusiaan dan kerja sama ekonomi, Indonesia juga terus memberikan bantuan pengembangan kapasitas bagi rakyat Palestina.
Tujuannya, tak lain untuk mempersiapkan negara Palestina yang merdeka suatu hari nanti melalui dialog damai dengan Israel. Lawatan Shtayyeh ke Indonesia sebelumnya telah membuka pintu gerbang kerja sama yang meluas dan diharapkan berlangsung dalam jangka panjang.
Menhan Prabowo Subianto terima kunjungan kehormatan Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Dr. Zuhair, Jumat (4/2/2022). Foto: Biro Humas Setjen Kemhan
“Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memberikan pelatihan pada lebih dari 2000 warga Palestina di berbagai bidang baik di bidang pendidikan, kemudian di bidang pertanian, di bidang peternakan, dan juga kepolisian dan sebagainya,” ucap Bagus.
ADVERTISEMENT
Kemudian, sepanjang 2022 pemerintah Indonesia telah menggelar berbagai pelatihan baik secara virtual maupun luring yang melibatkan warga Palestina. Pelatihan itu bergerak di bidang inseminasi buatan dan dihadiri oleh 20 orang peserta asal Palestina.
Sementara itu, terdapat pula pelatihan virtual di bidang pengawasan obat dan makanan yang diikuti oleh 40 orang peserta lainnya.
“Indonesia ke depan akan terus meningkatkan kerja sama teknis dan bantuan peningkatan kapasitas bagi rakyat Palestina dalam berbagai bidang yang diperlukan untuk menunjang kemajuan pembangunan di Palestina,” pungkas Bagus.
Bidang-bidang yang menjadi fokus utama, sambung Bagus, di antaranya sektor UMKM, e-commerce, penanganan bencana, serta penyediaan beasiswa pendidikan di Indonesia bagi para pelajar Palestina.