Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Gempa NTT

Bantuan terus dikirim ke korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8). Banyak bangunan dilaporkan rusak dan ribuan warga harus mengungsi.
Sebanyak 50 ribu paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto didistribusikan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan paket sembako tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras, margarin, gula, dan sarden.
"Kami juga mendapat bantuan logistik dari Bapak Presiden. Ada 50.000 paket sembako, isinya ada beras 2,5 kg, margarin 200 gram, gula 1 kg, sarden 425 gram, dan lain sebagainya," kata Suharyanto, Minggu (16/8).
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 4.925 paket telah masuk dan mulai didistribusikan pada Minggu (16/8). Rinciannya, 3.200 paket berada di Labuan Bajo dan 1.725 paket di Maumere.
Menurut Suharyanto, bantuan tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak, termasuk warga yang mengungsi. Di Kabupaten Manggarai, misalnya, terdapat sekitar 4.000 warga yang mengungsi.
"Ini tentu saja paket-paket ini sudah masuk juga ke masyarakat terdampak. Sebagai contoh di Manggarai ini ada 4.000 yang mengungsi" ujar dia.
Bantuan Melalui Jalur Laut
Kemensos menambah bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT melalui pengiriman bantuan menggunakan jalur laut. Bantuan logistik dari gudang Sentra Efata Kupang mulai diberangkatkan dari Pelabuhan Bolok Kupang menggunakan KMP Ile Laba Lekan, Minggu (16/8) malam, menuju Pelabuhan Ende.
"Kapal yang membawa bantuan pada malam ini sudah berlayar dengan membawa bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana. Proses loading bantuan ke dalam truk juga sudah selesai," kata Wamensos Agus Jabo Priyono.
Bantuan yang dibawa terdiri dari 824 makanan anak, 600 family kit, 600 kids ware, 513 kasur, 600 selimut, 500 tenda gulung, 101 velbed, 150 sandang dewasa, 10 tenda keluarga dan 2 tenda serba guna dengan nilai bantuan mencapai Rp 1.232.260.498. Bantuan tersebut akan diberikan untuk Kabupaten Ende, Nagekeo, Sikka, dan Manggarai.
Selain itu, kapal juga membawa bantuan dari BNPB, Dinas Sosial Provinsi NTT, ASDP, dan terdapat personel dari Polri.
"Penanganan bencana ini tidak lepas dari koordinasi dengan BNPB, Pemerintah Daerah, Tagana dan pihak terkait," kata Agus Jabo.
TNI Berikan Bantuan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan TNI Angkatan Darat (AD) mengirim sejumlah bantuan logistik untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu disampaikan Maruli di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
"Oh semua, ya sudah berjalan. Dari semua angkatan, kementerian sudah kirim logistik. Dari Angkatan Darat perlu ada komunikasi, kita kirim Starlink," kata Maruli.
Menurut Maruli, kebutuhan di lokasi bencana tidak hanya berkaitan dengan bantuan logistik utama. Peralatan sederhana untuk mendukung proses pembersihan dan pemulihan juga perlu diperhatikan.
"Kadang-kadang orang lupa masalah hal kecil, cangkul, sekop, ya. Masalah toren air, itu yang penting. Makanya kami melihat mana yang lain sudah cukup, kami lihat dari sisi lain gitu ya," ujarnya.
Maruli mengatakan kondisi personel TNI AD di wilayah terdampak saat ini masih mencukupi. Pemerintah dan TNI selanjutnya akan fokus memastikan bantuan yang telah tiba dapat segera didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, TNI AD akan menyiapkan berbagai peralatan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk toren atau tangki air, perangkat komunikasi Starlink, serta peralatan untuk membantu proses pembersihan.
"Dengan yang tadi saya sampaikan hal-hal yang mereka perlukan. Misalnya nanti toren air, bagaimana Starlink-starlink-nya nyala bisa komunikasi, bagaimana mungkin untuk pembersihannya, cangkul, sekop, alat ini, tangki air. Itu nanti kita siapkan di sana," tutur Maruli.
Perkuat Penanganan Darurat
Wamensos Agus Jabo Priyono memastikan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat. Hingga Senin (17/8), Kementerian Sosial menyiapkan dukungan indikatif senilai Rp 13,21 miliar, mulai dari logistik, permakanan hingga santunan bagi korban meninggal dan luka.
Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8).
"Kami datang untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat. Sesuai arahan Presiden Prabowo, semua unsur pemerintah harus bergerak cepat dan bekerja bersama untuk membantu masyarakat terdampak,” kata Agus Jabo.
Berdasarkan pembaruan penanganan darurat Kemensos per 17 Agustus 2026 pukul 12.11 WIB, nilai dukungan dan pergerakan logistik hingga 16 Agustus mencapai Rp 5,44 miliar.
Kemensos juga menambah 48 ton beras reguler untuk Provinsi NTT dengan nilai sekitar Rp 672 juta. Sementara bantuan sembako hingga 17 Agustus terealisasi secara kumulatif sebanyak 3.500 paket, termasuk tambahan 2.500 paket senilai Rp 750 juta.
Untuk kebutuhan pengungsian, Kemensos juga merealisasikan bantuan 250 lembar selimut untuk Kabupaten Ngada senilai sekitar Rp 50 juta.
Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga wilayah, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Selanjutnya, tiga titik tambahan direncanakan di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga total dukungan dapur umum akan menjangkau enam titik.
Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp 5,16 miliar.
Selain bantuan logistik dan per makanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp 15 juta, dengan total Rp 810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp 5 juta, dengan total Rp 995 juta.
Dengan dukungan logistik, tindak lanjut penyaluran bantuan, operasional dapur umum serta rencana santunan korban, total dukungan indikatif Kemensos untuk penanganan gempa NTT mencapai Rp 13.212.939.379.
Mendagri Salurkan Tali Asih kepada Ahli Waris
Kemendagri menyalurkan tali asih kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8).
Santunan diserahkan langsung oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii serta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas di wilayah terdampak paling parah.
"Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat pada keluarganya," kata Mendagri Tito Karnavian.
Selain santunan tersebut, Mendagri memastikan pemerintah pusat melalui Kemensos juga memberikan santunan sebesar Rp 15 juta untuk korban meninggal dunia.
Dalam kesempatan ini, ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang mendirikan posko sesaat usai gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.
Ia pun memberikan dua unit genset, 10 unit velbed atau tempat tidur lapangan untuk memperkuat posko tersebut, serta Rp200 juta untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
"Kita juga mengapresiasi ada posko yang dibangun warga. Tapi kita tambahi sekalian aja, namanya genset dua, sekaligus velbed ada 10 untuk operasionalnya,' ujarnya.
Mendagri memastikan pemerintah terus bergerak pada masa tanggap darurat. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya posko Basarnas yang berdampingan dengan tenda warga serta pendataan kebutuhan guna mempercepat penyaluran bantuan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat terdampak untuk bekerja sama guna memulihkan dampak bencana. "Ini harus kerja sama kita, pemerintah sama masyarakat," tutupnya.
