Banyak Ditemukan Jeep Wisata Merapi Tak Laik Jalan

20 Juni 2018 17:35
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pengecekan kelaikan kendaraan Jeep wisata. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pengecekan kelaikan kendaraan Jeep wisata. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
ADVERTISEMENT
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman bersama Polres Sleman melakukan sidak kondisi Jeep yang digunakan untuk wisata 'Lava Tour Merapi'. Banyak ditemukan Jeep yang tak laik jalan.
ADVERTISEMENT
Bertempat di Balai Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, petugas memeriksa satu per satu kondisi Jeep, Rabu (20/6). Setidaknya ada 13 Jeep yang diperiksa. Sidak ini akan dilanjutkan ke sejumlah titik kumpul Jeep wisata 'Lava Tour Merapi'.
Dari hasil sidak kali ini, petugas menemukan banyak Jeep yang tidak laik jalan. Sebab, beberapa bagian Jeep, seperti roda dan rem tidak sesuai prosedur operasional standar (SOP).
"Rata-rata ada 2-3 Jeep yang roda rem dan sambungan masih laik sehingga kita perbolehkan jalan. (Jeep) yang memang betul-betul tidak boleh operasi kita kasih catatan," jelas Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sleman, Sulton Fathoni.
Pengecekan kelaikan kendaraan Jeep wisata. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pengecekan kelaikan kendaraan Jeep wisata. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
Catatan tersebut diharapkan dapat menyadarkan sopir Jeep untuk segera memperbaiki bagian-bagian yang rusak.
ADVERTISEMENT
Sulton menjelaskan fokus utama dalam pemeriksaan kali ini adalah kelaikan armada Jeep dalam beroperasi. Pemeriksaan kondisi Jeep akan dilakukan secara berkala, setidaknya sebulan sekali.
"Kita utamanya kelaikan jalannya. Pembinaan persuasif sebelumnya (sudah dilakukan), ternyata masih ada kejadian (kecelakaan). Kita tindak lanjuti lebih intensif," terangnya.
Pengecekan kelaikan kendaraan Jeep wisata. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pengecekan kelaikan kendaraan Jeep wisata. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
Sementara itu, Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman menjelaskan pihaknya akan lebih gencar memberikan imbauan perihal keselamatan berkendara. Termasuk imbauan agar sopir Jeep tidak ugal-ugalan dalam berkendara.
"Antisipasi tetap memberi imbauan baik dari Bhabinkamtibmas dan patroli. Komunitas ditingkatkan safety-nya seperti helm, sabuk harus ada. Sudah saya lihat ada arah perbaikan safety mengemudi sudah lebih tertib dari sebelumnya," terangnya.
Jeep wisata Merapi masih beroperasi. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jeep wisata Merapi masih beroperasi. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
Jeep wisata 'Lava Tour Merapi' sempat mengalami kecelakaan di Dusun Tangkisan, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (19/6), pukul 14.15 WIB. Jeep tersebut terperosok ke dalam jurang sedalam 4 meter.
ADVERTISEMENT
Satu orang penumpang bernama Enny Fatmawati (42), warga Bogor, tewas. Sementara, empat orang penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Pakem. Kelimanya diketahui tengah mengisi hari libur Lebaran dengan menikmati wisata 'Lava Tour Merapi'.
Kondisi Jeep wisata yang kecelakaan di Merapi. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Jeep wisata yang kecelakaan di Merapi. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
Saat ini, TN (43), sopir Jeep tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Ia dianggap lalai dalam berkendara, sehingga menyebabkan orang meninggal dunia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020