Banyak WNI Tiba dari Turki, Bagaimana Situasi COVID-19 di Sana?
·waktu baca 3 menit

Di tengah penyebaran varian Omicron dunia, Indonesia kembali mencatat penambahan kasus impor COVID-19 di perbatasan udara.
Sebanyak 17 penumpang penerbangan Turkish Airlines, maskapai penerbangan nasional Turki, yang tiba di Indonesia terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka diperkirakan tiba di Tanah Air pada Selasa (21/12).
Selain itu, rupanya Turki menjadi destinasi yang juga digemari. Banyak juga yang terdata pulang dari sana setelah liburan atau sekadar shopping.
Lantas, seperti apa situasi corona di sana?
Mengutip data Worldometers.info, pada Kamis (23/12), tercatat kasus baru sebanyak 18.771 infeksi dan kematian hingga 168 jiwa. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya, yaitu 19.095 kasus dan 179 kematian.
Kasus aktif saat ini mencapai 286.431 pasien, dengan 1.128 di antaranya mengidap gejala serius atau dalam kondisi kritis akibat COVID-19.
Negara ini pertama mendeteksi varian Omicron pada 12 Desember lalu. Saat itu, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengumumkan sebanyak enam kasus varian Omicron telah ditemukan. Tidak dijelaskan apakah kasus itu kasus impor atau lokal, dan tidak disebutkan riwayat perjalanan pasien.
“Enam kasus ini tidak perlu dirawat di rumah sakit. Gejalanya sangat ringan. Mereka dirawat sebagai pasien rawat jalan dan tidak menemui masalah apa pun,” kata Koca, dikutip dari Anadolu Agency.
Kini, belum ada kabar terbaru soal kasus Omicron di Turki. Sejak penemuannya dua pekan lalu, kasus COVID-19 di negara ini cenderung mengalami penurunan.
Dalam sepekan terakhir (hingga 23 Desember), total kasus COVID-19 mencapai 129.182. Sedangkan pada pekan sebelumnya, kasus berjumlah 134.017. Ini artinya, ada tren penurunan hingga 4%.
Sedangkan kasus kematian akibat COVID-19 cenderung statis. Dalam sepekan terakhir, jumlah pasien meninggal mencapai 1.262 jiwa. Sedangkan pada pekan sebelumnya, tercatat sebanyak 1.261 pasien meninggal. Artinya, hanya ada penambahan satu pasien.
Meskipun kasus dan kematian cenderung mengalami penurunan, perlu diingat, jumlah kasus harian di Turki masih tergolong tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Turki, dengan penduduk 84 juta orang, mencatat kasus harian di atas 18 ribu per harinya.
Menurut data Reuters, sebanyak 154 infeksi terjadi per 100.000 orang dalam sepekan terakhir.
Namun, tingkat kematian kasus (case fatality rate) COVID-19 di Turki tergolong rendah. Menurut Our World in Data, hanya 0,88% pasien terkonfirmasi yang meninggal dunia akibat COVID-19.
Bagaimana dengan vaksinasi? Hingga Rabu (23/12), 60,9% dari total populasi Turki sudah divaksinasi dosis penuh.
67,3% sudah menerima setidaknya satu dosis, dan 22,8% sudah menerima vaksinasi dosis booster. Sekitar 127,2 juta dosis vaksin sudah disuntikkan kepada warganya.
Vaksin yang digunakan di kepada warganya secara nasional adalah vaksin Pfizer dan Sinovac. Vaksin produksi lokal Turki, bernama Turkovac, baru menerima izin penggunaan darurat pada Rabu (22/12) dan rencananya, akan mulai didistribusikan pekan depan.
Jadi, meskipun vaksinasi di negara tersebut cukup baik dan situasi COVID-19 menunjukkan tren positif, perlu diingat bahwa penularan masih tergolong tinggi—dengan 154 kasus per 100.000 orang. Ditambah, varian Omicron sudah terdeteksi di Turki.
