Bapak Pantomim Indonesia Jemek Supardi Meninggal Dunia
·waktu baca 2 menit

Kabar duka datang dari Yogyakarta. Bapak pantomim Indonesia, Jemek Supardi, meninggal dunia pada Sabtu (16/7/2022) sekitar pukul 17.30 WIB. Jemek meninggal dunia di usia 69 tahun.
Bagas Arga, menantu Jemek, mengatakan bahwa Jemek tengah tidur di rumah sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
"Sekar (putri Jemek) sama anak-anak pulang dari sanggar terus nengokin bapak, bapak sudah sedo (meninggal dunia). Jadi ya tidur panjang lah," kata Bagas kepada wartawan di rumah duka di Nitiprayan, Kasihan, Kabupaten Bantul.
Dijelaskan bahwa Jemek baru sekitar 3 minggu pulang dari rumah sakit. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapig karena mengalami sakit infeksi paru-paru. Setelah menjalani perawatan, Jemek diperbolehkan pulang ke rumah.
"Nah makanya setelah dari Panti Rapih saya ajak pulang ke rumah sini. Enggak di rumah Katamso. Maksudnya kalau di sini biar ada yang jagain," katanya.
Di mata Bagas, Jemek adalah bapak yang baik. Dia suami setia dan seniman yang hebat.
"Bapak yang baik suami yang setia ya seniman yang hebat," katanya
Rencananya, jenazah Jemek akan dimakamkan di Blunyah Gede besok. Misa akan dilakukan pada pukul 10.00 WIB.
"Rencana besok di Blunyah Gede, misa jam 10 di PUKY karena malam ini disemayamkan di PUKY. Terus nanti setelah misa mungkin baru diberangkatkan, mungkin jam 12 atau jam 13," bebernya.
Nasirun, pelukis dan teman dari Jemek mengatakan bahwa Jemek adalah seniman yang konsisten di jalur pantomim. Meski diakuinya, secara ekonomi, pantomim tidak begitu menjanjikan.
"Yang luar biasa dari almarhum adalah dia konsisten tetap di jalur pantomim walaupun kadang maaf ya di payung kesenian ini pantomim ini tidak menjanjikan secara ekonomi," katanya.
Selain tetap survive di bidangnya, Jemek ini juga dikenal senang membantu. Dia kerap hadir di pameran seni rupa, meskipun Jemek adalah seniman pertunjukan.
Sosok Jemek amat cair. Nasirun teringat ketika di suatu panggung dia tengah membaca puisi. Tanpa aba-aba, Jemek langsung tampil. Kolaborasi pun terjadi secara alamiah.
"Jemek secara otomatis dia pantomim di depan. Itu secara alamiah, dia kolaborasi. Dia (saat itu) seperti biksu tua bawa lentera mengelilingi saya membaca semacam kidung," katanya.
