BAPETEN Pastikan Radioaktif di Tangsel Bukan Kebocoran Reaktor Nuklir Serpong

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pastikan temuan radioaktif di salah satu lahan kosong di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, bukan berasal dari kebocoran reaktor nuklir di Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang berada di kawasan Puspiptek Serpong.

Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Komunikasi Bapeten Indra Gunawan mengatakan radioaktif jenis Cs-137 atau Cesium 137 itu diduga merupakan limbah yang dibuang di lokasi tersebut.

"Ini sekalian diberitakan agar warga tidak panik. Ini bukan karena kebocoran infrastruktur reaktor penelitian yang ada di Serpong," ujar Indra, di lokasi kejadian, Sabtu (15/2). "Ini murni dari sini".

Menurut Indra, jika reaktor nuklir pelatihan yang ada di Serpong bocor, maka sudah diantisipasi dan tidak sampai ke permukiman warga.

"Kalau ada bocor, di sana (PSTBM Batan) kan ribut duluan. Kan kejauhan ada 15 kilometer lah. Ini enggak ada kebocoran," ujar Indra.

Lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

Radiasi radioaktif ditemukan ketika BAPETEN melakukan uji fungsi rutin pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek. Uji fungsi dilakukan di wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspitek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.

BAPETEN telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang/terjadi pencemaran. Sementara tim BATAN telah melakukan kegiatan dekontaminasi dengan melakukan pengerukan tanah dan pemotongan pohon/tanaman, dengan didampingi tim BAPETEN.

BAPETEN meminta warga sekitar agar tidak mendekat ke sekitar lapangan voli blok J yang ditemukan radiasi radioaktif yang tinggi itu. Selain itu tim im BATAN juga akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) terhadap beberapa warga di sekitar lokasi.

kumparan post embed