Bapeten Pastikan Tak Ada Paparan Radiasi Pengion di NTT Usai Gempa 7,7 M

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis memindahkan pasien ke dalam tenda darurat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026).  Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis memindahkan pasien ke dalam tenda darurat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memastikan tidak ada paparan radiasi pengion usai gempa 7,7 magnitudo mengguncang Pulau Flores, NTT, pada Sabtu (15/8). Berdasarkan database perizinan Bapeten, di NTT terdapat 51 fasilitas yang memanfaatkan tenaga nuklir berupa pemanfaatan radiasi pengion, baik untuk tujuan bidang kesehatan maupun industri.

"Bapeten menyatakan turut prihatin dan berduka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Atas musibah ini, Bapeten juga menaruh perhatian terhadap fasilitas yang memanfaatkan sumber radiasi pengion baik di rumah sakit maupun industri di daerah terdampak," kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Ishak, dalam keterangannya, Senin (17/8).

Dari puluhan fasilitas tersebut, Ishak mengatakan 14 fasilitas pemanfaat radiasi pengion berada di wilayah terdampak, yakni Kabupaten Ngada, Manggarai, Nagekeo, dan Sikka. Selain itu juga di Manggarai Barat, Ende, Alor dan Flores Timur.

"Berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan oleh Bapeten dengan pihak pemangku kepentingan, tidak ditemukan adanya dampak gempa di NTT terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah tersebut, serta tidak terjadi kenaikan paparan radiasi di wilayah NTT sebagai akibat kejadian gempa," tuturnya.

Bapeten, lanjut Ishak, akan terus memperhatikan secara saksama kondisi di lapangan, terutama terkait dengan adanya gempa susulan. Pihaknya juga membuka ruang untuk masyarakat maupun pemangku kepentingan yang memiliki informasi mengenai keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah terdampak gempa.

Informasi dapat disampaikan langsung ke Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, maupun melalui kanal media sosial resmi Bapeten, maupun email di info@bapeten.go.id.

"Segala jenis informasi yang disampaikan akan sangat membantu dalam menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat, pekerja dan lingkungan. Semoga musibah ini dapat segera tertangani dengan baik dan saudara kita yang berada di NTT bisa beraktivitas seperti sedia kala," pungkasnya.