Barang Sakral dari Pura Besakih Diamankan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pura Besakih di Kaki Gn Agung, Karangasem, Bali (Foto: Nyoman Budhiana/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Pura Besakih di Kaki Gn Agung, Karangasem, Bali (Foto: Nyoman Budhiana/Antara)

Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bali, berupaya mengamankan pratima atau benda sakral yang ada di Pura Besakih. Tempat ibadah umat Hindu tersebut, saat ini masuk dalam zona berbahaya menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Agung.

"Hari ini, Pemkab Karangasem sedang melakukan rapat dengan para pemangku atau pendeta hindu di Pura Besakih yang dipimpin Wakil Bupati untuk menyelamatkan benda-benda sakral," kata Bupati Karangasem, Ayu Mas Sumantri, di Karangasem, Minggu (24/9) seperti dilansir Antara.

Ayu Mas Sumantri mengatakan, sudah ada larangan untuk wisatawan untuk memasuki Pura Besakih. Saat ini, wilayah itu menjadi kawasan rawan bencana (KRB) karena lokasinya berada di radius sembilan kilometer dari puncak Gunung Agung.

"Saat ini juga ada larangan masuk wilayah sektoral menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara dan selatan-barat daya," ujar Sumantri.

Gunung Agung, Bali (Foto: Nyoman Budhiana/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Agung, Bali (Foto: Nyoman Budhiana/Antara)

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM, menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV) terhitung mulai Jumat (22/9) 20.30 WITA.

Dengan peningkatan status itu maka wilayah steril yang semula untuk radius 6 kilometer dari puncak gunung itu diperluas menjadi untuk radius 9 kilometer, lalu ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara dan selatan-barat daya.

Selain itu, BNPB dan BPBD juga sedang menyiapkan rambu-rambu jarak radius yang akan segera dipasang di tempat-tempat strategis agar masyarakat dapat mengetahui posisi di radius aman atau berbahaya.

Hingga kini (24/9), BNPB mencatat sekitar 34.931 jiwa mengungsi di 238 titik pengungsi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Bali setelah peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Dari data 238 titik pengungsian tersebar di Kabupaten Badung sebanyak tiga titik dengan jumlah pengungsi 328 jiwa, Kabupaten Bangli 23 titik (2.883 jiwa).

Kabupaten Buleleng 13 titik (4.649 jiwa), Kabupaten Denpasar lima titik (297 jiwa), Kabupaten Giayar 12 titik (161 jiwa), Kabupaten Karangasem 81 titik (15.129 jiwa) dan Kabupaten Klungkung 101 titik (11.484 jiwa).

Gunung Agung, Bali. (Foto: Dok. geomagz.geologi.esdm.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Agung, Bali. (Foto: Dok. geomagz.geologi.esdm.go.id)