Bareskrim Tiru Cara FBI Lawan Kejahatan di Dunia Siber

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana acara peluncuran Website Siber Patrol oleh Dirsiber Bareskrim Polri. Foto: Ricky Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana acara peluncuran Website Siber Patrol oleh Dirsiber Bareskrim Polri. Foto: Ricky Febrian/kumparan

Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditsiber) Bareskrim Polri baru saja meluncurkan website siber patrol guna menampung laporan masyarakat terkait kejahatan atau tindak pidana di Internet. Mereka mengaku, meniru platform Internet Crime Complaint Centre (IC3) milik FBI, yang diakui efektivitasnya.

“Jadi kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat siber, dan semuanya yang sudah hadir. Dan kita terus minta dukungan setidaknya kita bisa tiru website IC3 di Amerika, itu efektif sekali. Itu kita memang copycat-nya IC3,” kata Direktur Siber Bareskrim, Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, saat launching website tersebut di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/3).

Selain itu, website patrolisiber.id ini dibangun berdasarkan 4 dari 9 celah kelemahan Polri berdasarkan audit dari BPK. Semuanya menyangkut masalah pelaporan tindak pidana siber. Yang pertama Polri belum memiliki basis data yang terpadu dengan dukungan ahli intelijen.

“Website ini akan memadukan laporan polisi yang dilakukan masyarakat secara manual akan kita upload dan juga dengan menerima laporan masyarakat,” kata Rachmad.

Ilustrasi keamanan siber. Foto: pixelcreatures via Pixabay

Lalu, Polri juga perlu melakukan pencegahan kejahatan siber. Seperti Dirtipid Narkoba yang gencar mengkampanyekan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.

Ketiga, BPK menyoroti tentang sarana pelaporan masyarakat terkait kejahatan siber yang belum terintegrasi.

“Dengan adanya website ini, kelak kita akan memberi akses kepada Badan Intelijen Kriminal, kepada densus 88 sesuai dengan authorization level-nya informasi apa yang bisa mereka dapat dari website tersebut,” kata Rachmad.

Terakhir, tentang optimalisasi dan kerjasama di bidang siber. Terkait hal tersebut, Polri menggandeng beberapa komunitas pemerhati siber untuk menyempurnakan website yang masih dalam pengembangan ini.

“Ada Asosiasi Forensik Digital Indonesia, ada Asosiasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, ada Internet Indonesia Siber Security Forum, ini anggotanya. Dan kita terus minta dukungan dan kerjasamanya,” tutup Rachmad.