Bareskrim Tolak Laporan Sri Bintang soal Keselamatan Prabowo

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sri Bintang Pamungkas usai laporannya ditolak Bareskrim Polri. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sri Bintang Pamungkas usai laporannya ditolak Bareskrim Polri. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Sri Bintang Pamungkas mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan 17,5 juta DPT fiktif dan ancaman keselamatan Capres 02 Prabowo Subianto saat akan take off dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Setelah 1 jam menjalani pemeriksaan di SPKT Bareskrim Polri, Sri Bintang bersama sejumlah pengacara keluar Bareskrim pukul 15.30 WIB, Kamis (4/4). Sri mengaku laporannya tidak diterima penyidik Bareskrim.

“Ada manipulasi suara, ada penambahan suara. Ini semua adalah pelanggaran. Kami menunggu ada 1 jam lebih, ternyata jawabannya adalah 1, tidak sesuai dengan prosedur katanya, harus ke Bawaslu dulu,” kata Sri Bintang di Bareskrim, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Selain melaporkan kasus dugaan DPT fiktif, Sri Bintang juga ingin melaporkan dugaan ancaman keselamatan yang dialami Prabowo saat akan take off. Ia menduga pesawat TNI AU menghalangi pesawat Prabowo terbang ke Banyumas.

“Ketika Prabowo mau take off pesawatnya dari Halim. Mau ke Banyumas, akhirnya mendarat di Purwokerto. Memang ada setelah itu alasan yang terjadi. Tetapi ini tidak benar,” ujar Sri Bintang.

Meski dua laporannya ditolak Bareskrim, Sri berencana mengadukan kasus tersebut ke Bawaslu. Ia berharap Bawaslu dapat memproses laporannya.

“Kami meragukan ini karena beberapa pihak sudah datang ke Bawaslu dan KPU, tidak ada reaksi bahkan ditolak,” tandasnya.

KPU Bantah Soal DPT

KPU sudah menjawab keluhan BPN soal data 17,5 juta DPT yang dianggap tak valid. KPU menegaskan sebaliknya, bahwa data itu adalah valid. Komisioner KPU Hasyim Asy'ari menegaskan, belasan juta pemilih tersebut telah dibuktikan keberadaannya di lapangan, dan dinyatakan valid.

"Dicek di lapangan, orangnya ada semua, silakan dimaknai. Kalau ada orang yang komplain, ini, itu, ini, itu kita layani. Teman-teman KPU kabupaten/kota juga melayani dan dicek di lapangan," kata Hasyim di kantor KPU, Jakarta, Kamis (4/4).

Pengecekan data pemilih yang dicurigai itu tak hanya dilakukan oleh KPU. Namun, juga melibatkan Bawaslu serta Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dan BPN Prabowo-Sandi.

"Kalau orangnya ada, maknanya apa data yang disampaikan itu?" tanya Hasyim.

embed from external kumparan

TNI AU Bantah Halangi Prabowo

Sementara terkait keselamatan Prabowo, Kadispenau Marsma TNI Novyan Samyoga membantah isu pesawat capres Prabowo Subianto batal take off karena terhalang tiga pesawat Sukhoi milik TNI AU.

Menurut Samyoga, isu yang dicuitkan oleh akun Twitter JS Prabowo itu tidak benar karena kedua hal tersebut terjadi di dua hari berbeda.

"Yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan Sukhoi," tegas Samyoga dalam keterangannya, Rabu (3/4).

Samyoga menjelaskan, awalnya pada hari Senin (1/4), pesawat 9HNYC yang ditumpangi Prabowo dijadwalkan lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma setelah pesawat CN 235 Kalong Flight milik TNI AU. Namun, setelah pesawat Prabowo diberi izin untuk take off, saat itu kondisinya belum aman karena pesawat CN 235 belum menuju cross wind.

embed from external kumparan