Baru Dua Pekan Dibuka, Dermaga Sementara di Gaza Buatan AS Rusak
·waktu baca 2 menit

Dermaga sementara yang dibangun militer Amerika Serikat (AS) di Gaza rusak. Laporan itu disampaikan Pentagon pada Selasa (28/5).
Pembangunan dermaga sementara itu menelan biaya USD 320 juta atau setara Rp 5 triliun. AS menyebut dermaga dibangun agar bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza bisa masuk lewat laut.
Menurut deputi juru bicara Pentagon Sabrina Singh dermaga itu rusak pada Selasa pagi waktu setempat. Pemeriksaan awal kerusakan disebabkan ombak tinggi dan cuaca yang membuat bagian dermaga rusak.
Dia mengatakan, bagian rusak akan dibongkar dan dibawa ke kota Ashdod di Israel. Kemudian di sana militer dari satuan Komando Pusat (Centcom) akan memperbaiki.
"Pembangunan kembali dan perbaikan dermaga akan dilakukan sepekan lebih, setelah selesai dermaga akan dipasang kembali di pantai Gaza," kata Singh seperti dikutip dari The Guardian.
"Setelah perbaikan dan pemasangan kembali dermaga selesai, tujuannya cuma untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan kepada mereka paling membutuhkan," sambung dia.
Pada kesempatan berbeda, Gedung Putih menegaskan dermaga itu sangat dibutuhkan agar bantuan bisa lebih banyak masuk ke Gaza. Akibat serangan Israel ke Gaza warga setempat terancam kelaparan.
Dermaga sementara itu baru dibuka dua pekan lalu. Pembangunan jembatan itu menuai kritik dari kelompok penentang Presiden Joe Biden. Mereka menyebut pemerintahan Biden membuang anggaran demi membangun dermaga sementara tersebut.
