Baru Sebulan Bebas, Kakek Masir Pencuri Burung Meninggal Dunia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa pencurian burung cendet, Masir (tengah), berjalan usai putusan vonis di Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur, Rabu (7/1/2026). Foto: Seno/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa pencurian burung cendet, Masir (tengah), berjalan usai putusan vonis di Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur, Rabu (7/1/2026). Foto: Seno/ANTARA FOTO

Setelah sekitar satu bulan bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Situbondo, Kakek Masir (75 tahun), yang didakwa mencuri lima ekor burung cendet di kawasan Taman Nasional Baluran (TNB) Situbondo, meninggal dunia di RSU Asembagus, Situbondo.

Kakek asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, itu meninggal pada Rabu (10/2/2026) sekitar pukul 12.35 WIB. Ia diduga meninggal akibat penyakit asma yang dideritanya kambuh.

Rusmandi (41), anak Masir, mengatakan ayahnya dibawa ke RSU Asembagus pada Selasa (9/2/2026). Namun, baru dua hari menjalani perawatan intensif, sang ayah mengembuskan napas terakhirnya.

“Pada saat bapak dibawa ke RSU Asembagus, kondisi asma bapak sudah cukup parah,” ujar H. Rusmandi saat ditemui di terminal, Jumat (13/2/2026).

Rusmandi menjelaskan, setelah dua hari menghirup udara bebas, asma orang tuanya sempat kambuh. Bahkan, saat masih berada di dalam Rutan Situbondo, penyakit asmanya juga beberapa kali kambuh.

“Bapak bebas dari Rutan pada Jumat (9/1/2026). Namun, baru dua hari menghirup udara bebas, penyakit asma yang dideritanya kambuh,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSU Asembagus Situbondo, Zainul Fatah, mengatakan saat dievakuasi ke RSU Asembagus kondisi Kakek Masir sudah kritis, dengan keluhan sesak napas dan nyeri di bagian perut.

“Selain kondisi Kakek Masir sudah kritis saat dievakuasi ke RSU Asembagus, beliau juga mengeluh perutnya terasa sakit,” kata Zainul Fatah.