Basarah: Anies-PDIP Dipertemukan 1 Persamaan Nasib, Dikucilkan dari Politik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres PDI Perjuangan (TKRPP - PDI Perjuangan) Ahmad Basarah (tengah) memberikan keterangan pers terkait tim koordinasi relawan pemenangan Pilpres 2024 di Jakarta, Jumat (12/5/2023). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres PDI Perjuangan (TKRPP - PDI Perjuangan) Ahmad Basarah (tengah) memberikan keterangan pers terkait tim koordinasi relawan pemenangan Pilpres 2024 di Jakarta, Jumat (12/5/2023). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah memberikan sinyal positif Anies Baswedan akan segera diusung di Pilgub Jakarta 2024.

Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, Anies dan partainya saat ini dipertemukan oleh satu nasib yang sama, yaitu dikucilkan dari panggung politik.

“Mas Anies dan PDIP Perjuangan dipertemukan oleh satu persamaan nasib, diperlakukan untuk dieliminasi dari panggung politik, dikucilkan dan lain sebagainya,” kata Basarah saat ditemui di pembukaan Muktamar PKB ke VI di Nusa Dua, Bali, Sabtu (24/8).

Anies Baswedan bersama Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Adi Wijaya (Aming) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta, Sabtu (24/8/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Basarah mengatakan, karena persamaan nasib ini baik Anies dan PDIP kini memiliki tujuan yang sama. Yaitu menjadi antitesa politik oligarki.

“Sehingga kami sama-sama punya persamaan kehendak. Kehendak untuk menjadi antitesis dari upaya politik untuk membuat satu keseragaman politik dalam satu sistem oligarki politik,” kata Basarah.

“Kesamaan itulah yang hari ini mempertemukan Mas Anies dengan PDIP,” lanjutnya.

Anies Baswedan bersama Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Adi Wijaya (Aming) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta, Sabtu (24/8/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Hubungan antara Anies dan PDIP yang belakangan menjadi dekat memang tengah menjadi sorotan.

Apalagi jika mengingat kritik-kritik pedas PDIP untuk Anies selama 5 tahun menjadi Gubernur Jakarta periode 2017-2022 lalu.

Keduanya memang kini tengah sama-sama diuntungkan karena putusan Mahkamah Konstitusi soal ambang batas parlemen di Pilkada 2024.

Basarah pun mengungkap bahwa sebenarnya, keinginan PDIP untuk meminang Anies sebagai calon gubernur Jakarta usungan PDIP sudah muncul bahkan sebelum Koalisi Indonesia Maju Plus terbentuk untuk memilih Ridwan Kamil-Suswono.

Basarah bercerita bahwa kesepakatan awal PDIP ingin bekerja sama dengan PKB untuk mengusung Anies dengan dipasangkan dengan kader PDIP. Namun setelah PKB merapat ke KIM, harapan itupun pupus.

Anies Baswedan memberi salam jempol kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta, Sabtu (24/8/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Oleh karena itu, Basarah pun mengakui bahwa sesaat setelah MK mengeluarkan putusan, ia langsung menemui Anies untuk kembali berdiskusi soal masa depan Jakarta.

“Saya bertemu beliau di tanggal 20 Agustus kemarin, satu jam setelah keputusan Mahkamah Konstitusi,” tuturnya.

“Kami berdiskusi banyak, dialog kebangsaan, diskusi tentang ajaran-ajaran pemikiran-pemikiran Bung Karno, hubungan antara Islam dan Nasionalis, dan juga bicara tentang kebinekaan dan lain sebagainya,” kata Basarah.

Meski begitu, meski saat ini telah terbuka sinyal positif PDIP untuk mengusung Anies, Basarah mengatakan bahwa keputusan akhir berada di tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Kita tunggu nanti bagaimana keputusan akhir Ibu Megawati Soekarnoputri untuk menentukan siapa calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung oleh PDI Perjuangan,” tuturnya.