Basarnas Gunakan Anjing Pelacak K-9 Cari Korban di Reruntuhan Gempa Sulbar

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Didi Hamzah mengatakan institusinya menggunakan anjing pelacak K9 untuk mencari korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Anjing pelacak K-9 dibutuhkan lantaran untuk memudahkan proses pencarian korban yang tertimbun di dalam reruntuhan bangunan. Khususnya di Kabupaten Mamuju.
"Setelah hari ini, kita kan operasi diperkuat dengan bantuan K9 anjing pelacak dari Polri mau pun dari potensi Jakarta Rescue," kata Didi dalam konferensi via Zoom yang disiarkan Channel YouTube BNPB, Senin (18/1). Lebih lanjut Didi mengumumkan update jumlah korban tewas akibat gempa di Sulbar per Senin (18/1) pukul 13.30 WITA mencapai 84 orang.
Didi tak mendetailkan rincian berapa korban tewas di Majene dan berapa korban tewas di Mamuju.
Untuk hasil evakuasi pencarian dan pertolongan sampai hari keempat tanggal 18 januari 2021 pukul 13.30 WITA, telah ditemukan itu adalah 84 korban dengan kondisi meninggal dunia," ujar Didi.
Didi mengatakan korban yang berhasil dievakuasi per hari ini dalam kondisi selamat berjumlah 18 orang. "Ini total untuk di Mamuju dan di Majene," ujar dia.
