Basarnas Perpanjang Operasi Pencarian Sriwijaya Air 3 Hari ke Depan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah tas berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah tas berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Proses pencarian korban, serpihan, hingga black box Sriwijaya Air masih berlangsung. Setelah masuk pada hari ke-7 operasi SAR, Basarnas memutuskan untuk memperpanjang masa pencarian.

"Untuk operasi SAR Sriwijaya Air kami memutuskan untuk memperpanjang 3 hari ke depan," kata Kepala Basarnas Marsdya (Purn) Bagus Puruhito di JICT, Jakarta Utara, Jumat (15/1).

Kapal Riset Baruna Jaya IV (kanan) melintas di samping KRI Semarang-594 (kiri) saat melakukan penyisiran di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Tim SAR gabungan sudah berada di perairan Kepulauan Seribu sejak Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh Sabtu (9/1). Selama pencarian sudah banyak hal yang berhasil dievakuasi oleh tim.

Sejauh ini sudah ada 239 kantong jenazah yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Lalu ada 40 kantong berisi serpihan kecil pesawat dan ada 33 bagian besar pesawat Sriwijaya Air yang berhasil dievakuasi.

Sejumlah prajurit TNI memindahkan kantong berisi temuan ke KRI Rigel-933 saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Bagian besar yang berhasil dievakuasi, di antaranya turbin, pelek, badan pesawat bertuliskan PK-CLC, dan sejumlah bagian besar lainnya.

Salah satu yang paling penting, yakni penemuan Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air oleh Dislambair TNI AL. Saat itu, tim penyelam juga membawa 2 alat pemancar sinyal black box.

Dengan kondisi ini, penyelam terpaksa mencari bagian cockpit voice recorder (CVR) tanpa bantuan sinyal. Tim sempat menemukan bagian body protector atau casing CVR. Tim masih berupaya mencari bagian utama dari CVR yang berisi percakapan yang ada di pesawat.