Basarnas Semarang: Sinyal Darurat yang Ditangkap Citilink Tak Terlacak

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Citilink mengudara di sekitar Bali. (Foto: Andrew Thomas via Wikipedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Citilink mengudara di sekitar Bali. (Foto: Andrew Thomas via Wikipedia Commons)

Pesawat Citilink menangkap sinyal darurat dari sebuah pesawat di wilayah Purwodadi, Jawa Tengah. Citilink rute Semarang - Surabaya itu tengah mengudara di ketinggian 8.000 kaki.

Sinyal misterius yang ditangkap pesawat Citilink itu tidak diketahui bersumber dari mana. Bahkan pihak Airnav Indonesia, selaku operator lalu lintas udara mengarahkan ke Basarnas Semarang untuk keterangan selanjutnya.

Namun, Basarnas Semarang pun hingga saat ini belum mengetahui sinyal darurat itu datang dari mana. Sebab, saat dicek, di lokasi tidak ada kejadian apa pun. Menurut Humas Basarnas Semarang Zulhawary Agustianto, sinyal teresebut bisa berasal dari perangkat yang rusak atau dari kapal.

"Kita cek enggak ada apa. Bisa jadi sinyal distress itu berasal dari perangkat yang rusak," kata Zulhawary kepada kumparan saat dihubungi, Rabu (18/7).

Zulhawary menjelaskan, kejadian ini sering kali terjadi dunia penerbangan.

"Hal ini sering terjadi, tapi saat di-cross check, tidak ada apa-apa," jelasnya.

Sebelumnya pihak Airnav Indonesia Semarang menerima laporan dari CTV801 rute SRG-SUB airborne dan melaporkan menangkap sinyal emergency di frekuensi 121.5Mhz hingga melewati ketinggian 8.000 kaki.

Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait menjelaskan, jadi bukan pesawat Citilink itu yang mengalami emergency, tetapi pesawat itu menangkap sinyal emergency.

"Sesuai dengan prosedur, penerbang kemudian melaporkan kepada AirNav Indonesia. Pada kesempatan pertama, kami kemudian melaporkan kepada personel SAR Semarang perihal tersebut," terang dia.