Batal Dikubur Massal, Bangkai Babi Cemari Sungai Bederah di Medan

Ratusan bangkai babi yang mengambang di Sungai Bederah, Kota Medan, batal dikuburkan secara massal. Penyebabnya, bangkai babi itu hancur saat akan diangkat petugas.
"Enggak jadi dikubur, bangkai sudah hancur, saat tubuh (babi) diangkat," ujar Kabag Humas Pemkot Medan, Arrahman Pane, kepada kumparan, Rabu (6/11).
Dia menjelaskan tim pengangkut bangkai babi tidak sanggup menghirup bau bangkai yang menyengat. Babi-babi tersebut diduga mati karena virus hog cholera (kolera babi).
"Tidak memungkinkan lagi, bau sekali, saat diangkat bangkainya, hancur nggak mungkin diangkat lagi, itu," ujar Rahman.
Terkait keberadaan bangkai babi itu, Rahman mengimbau masyarakat tidak menggunakan air Sungai Bederah. Sebab airnya tercemar bangkai babi.
"Tadi dari Dinas Lingkungan Hidup mengambil sampel air sungai, untuk selanjutnya diuji dan sampai berapa lama air bisa baru digunakan," ujarnya.
