Batal ke Siprus, PM Italia Temui Korban Tabrakan Mobil di Modena
·waktu baca 2 menit

Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni membatalkan kunjungannya ke Siprus dan memilih pergi ke Kota Modena untuk menemui korban insiden mobil yang menabrak kerumunan pejalan kaki, Minggu (17/5).
Kantor berita AFP melaporkan, Presiden Italia Sergio Mattarella juga dijadwalkan mengunjungi Modena.
Meloni menyebut insiden itu sebagai peristiwa yang "sangat serius".
"Apa yang terjadi di Modena sangat serius. Saya juga ingin berterima kasih kepada warga yang dengan berani menahan pelaku," tulisnya di media sosial X.
"Saya percaya pelaku akan dimintai pertanggungjawaban penuh atas tindakannya," lanjutnya.
Insiden tersebut menyebabkan delapan orang terluka, empat di antaranya dalam kondisi serius. Seorang perempuan bahkan harus menjalani amputasi pada kedua kakinya.
Pelaku diketahui merupakan pria Italia keturunan Maroko yang menabrak sejumlah pejalan kaki sebelum menghantam etalase toko dengan kecepatan tinggi.
Pelaku sempat mencoba melarikan diri, tetapi berhasil dikejar dan dihentikan warga. Saat dikejar, pelaku juga sempat mengeluarkan pisau dan melukai salah satu warga.
Prefek Kota Modena, Fabrizia Triolo, mengatakan pelaku pernah mengalami gangguan psikologis pada 2022.
"Dia sempat dirawat di pusat kesehatan mental karena gangguan skizoid," kata Triolo dalam konferensi pers.
Wali Kota Modena Massimo Mezzetti mengatakan pihak berwenang masih menyelidiki motif aksi tersebut.
"Kami perlu memahami apa yang ada di balik tindakan ini," kata Mezzetti.
Pemimpin partai anti-imigran League Party, Matteo Salvini, turut menyoroti asal-usul pelaku dan menyebutnya sebagai "kriminal generasi kedua", demikian seperti dilansir Reuters.
