Batasi Kedatangan dari Afrika, AS Belum Temukan Kasus COVID-19 Varian Omicron

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang panduan CDC terbaru di depan Gedung Putih di Washington, DC, Selasa (27/4). Foto: Brendan Smialowski/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang panduan CDC terbaru di depan Gedung Putih di Washington, DC, Selasa (27/4). Foto: Brendan Smialowski/AFP

Amerika Serikat (AS) kini telah resmi melarang penerbangan dari sejumlah negara di Afrika setelah merebaknya mutasi baru virus corona yakni varian Omicron (B11529).

Varian tersebut kini statusnya telah menjadi Variant of Concern (VoC) bersama sejumlah varian lain seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Walau pelarangan telah diumumkan, AS belum menemukan kasus COVID-19 dari varian tersebut.

"Kami berharap Omicron dapat diidentifikasi dengan cepat, jika muncul di AS," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/11).

Bandara Internasional Oakland, AS Foto: Wikimedia Commons

Pembatasan yang berlaku mulai Senin depan ini berlaku untuk Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, eSwatini, Mozambik, dan Malawi.

Sebagian besar warga negara non-AS yang telah berada di negara-negara tersebut dalam 14 hari sebelumnya tidak akan diizinkan masuk ke AS.

"Sebagai tindakan pencegahan sampai kami memiliki lebih banyak informasi, saya memerintahkan pembatasan perjalanan udara tambahan dari Afrika Selatan dan tujuh negara lain," kata Presiden AS Joe Biden.

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang krisis di Afghanistan di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, AS, Senin (16/8). Foto: Leah Millis/REUTERS

Sejumlah negara lain juga sudah menerapkan hal serupa, seperti negara-negara di Timur Tengah yakni Arab Saudi dan Yordania, lalu Kanada, Uni Eropa, Inggris, juga termasuk Malaysia dan Singapura.

Varian Omicron ini diumumkan WHO sebagai VoC pada Jumat (26/11). Varian B11529 ini diduga kuat menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di Afsel.