Batik Air Bebas Tugaskan Pilot dan Kopilot yang Tidur saat Terbang

9 Maret 2024 18:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat Batik Air. Foto: Kevin Atha/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat Batik Air. Foto: Kevin Atha/shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Batik Air buka suara soal insiden pilot dan kopilot tidur saat penerbangan Kendari-Jakarta pada 25 Januari 2024.
ADVERTISEMENT
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan kedua awaknya sudah dibebastugaskan sehari setelah insiden.
"Pada 26 Januari 2024, Batik Air mengambil tindakan preventif dengan menonaktifkan (membebastugaskan) sementara pilot penerbangan nomor ID-6723, rute Kendari ke Jakarta yang bertugas pada 25 Januari 2024," kata Danang dalam keterangannya, Sabtu (9/3).
"Keputusan tersebut merupakan bentuk keseriusan perusahaan terhadap pentingnya aspek keselamatan serta dalam rangka menjalankan investigasi yang menyeluruh," imbuhnya.
Pilot berusia 29 tahun, sementara kopilot 32 tahun. Penerbangan Kendari-Jakarta terjadi di pagi hari.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebelumnya merilis ada faktor kelelahan yang membuat pilot dan kopilot tertidur saat terbang. Untuk kopilot, tercatat kelelahan karena baru saja memiliki bayi kembar.
ADVERTISEMENT
Pada saat kejadian, pilot minta izin terlebih dahulu untuk tidur. Sementara ketika kopilot yang bertugas kemudian ikut tertidur. Diduga karena kelelahan.
Setidaknya 28 menit keduanya tidur secara bersamaan. Saat pilot terbangun, ia menyadari rute pesawat sempat melenceng dan mendapati kopilot tidur.
Ia kemudian membangunkan kopilot itu. Penerbangan kemudian diarahkan kembali ke jalur menuju Bandara Soekarno-Hatta.
KNKT sudah melakukan investigasi atas insiden ini. Bahkan, KNKT sudah menerbitkan laporan pendahuluan.
"Menanggapi hasil investigasi dan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Batik Air berkomitmen untuk menerapkan seluruh rekomendasi keselamatan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Batik Air memperkuat program pembinaan dan meningkatkan prosedur keselamatan operasional penerbangan terhadap semua awak pesawat," papar Danang.
Dengan kebijakan waktu istirahat yang memadai, Batik Air, menurut Danang, menekankan kembali pemahaman akan pentingnya memaksimalkan waktu istirahat bagi awak pesawat. Hal itu mesti dilakukan agar tetap dalam kondisi prima sebelum melaksanakan tugas terbang.
ADVERTISEMENT
"Batik Air beroperasi dengan kebijakan istirahat yang memadai sesuai dengan regulasi untuk awak pesawat sebelum melaksanakan tugas penerbangan. Ketentuan ini dirancang khusus untuk memastikan bahwa awak pesawat berada dalam kondisi fisik dan mental optimal saat menjalankan tugas," urainya.
"Hal ini merupakan langkah penting dalam upaya selalu mempertahankan standar tertinggi dalam keselamatan penerbangan.. Batik Air berkomitmen untuk selalu berkoordinasi dengan Regulator, awak pesawat dan pihak-pihak terkait (berwenang) lainnya dalam meningkatkan standar keselamatan penerbangan," tutup Danang.