Batik Air soal Pesawat Mendarat Darurat: Ada Komponen yang Perlu Cek Ulang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Maskapai Batik Air. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Maskapai Batik Air. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Teka-teki pendaratan darurat pesawat Batik Air dengan register PK-LEL di Bandara Kualanamu, Sumut terjawab. Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan pendaratan itu untuk memastikan keselamatan penumpang.

"Dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan ID-6897, pilot memutuskan untuk untuk melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO)," kata Danang dalam keterangan pers yang diterima kumparan, Minggu (29/8).

kumparan post embed

Keputusan itu diambil lantaran dalam penerbangan pilot melihat ada indikator di kokpit yang menyala. Indikator itu terkait dengan mesin pesawat.

Ada indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen pada salah satu mesin pesawat perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan.

--Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala

Danang memastikan pendaratan darurat dilakukan dengan baik. Penumpang juga bisa turun dengan semestinya.

"Pesawat udara sudah mendarat normal di Bandar Udara Internasional Kualanamu pukul 11.49 WIB. Setelah pesawat parkir pada tempatnya, seluruh tamu diarahkan menuju ruang tunggu guna mendapatkan informasi lebih lanjut," kata Danang.

Kasatgas Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Danang menuturkan Batik Air telah menyampaikan informasi terkini ke penumpang. Pihaknya juga menyiapkan kompensasi untuk penumpang.

"Batik Air juga akan mengakomodir pilihan (opsi) sesuai permintaan tamu penerbangan ID-6897, antara lain: perubahan jadwal keberangkatan (reschedule), pengembalian dana dari tiket (refund)," kata Danang.

Sementara bagi yang ingin melanjutkan penerbangan Batik Air tealh menyiapkan pesawat pengganti.

"Batik Air telah mempersiapkan pesawat pengganti yang sudah berada di Kualanamu untuk melanjutkan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat sudah menjalani pengecekan dan dinyatakan layak terbang dan beroperasi," kata Danang.

Penumpang pesawat udara Batik Air dari Aceh turun dari kabin pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, setelah pesawat yang mengangkut ratusan penumpang tersebut mengalami gangguan teknis di bagian mesin, Minggu (29/8) Foto: Teuku Dedi Iskandar/ANTARA

Pesawat Batik Air berangkat pada Minggu (29/8) pukul 10.45 WIB dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Pesawat dengan kode penerbangan ID-6897 itu direncanakan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada hari yang sama pukul 12.50 WIB. Tapi, pada pukul 11.45 WIB, pesawat mendadak melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu.

Batik Air dengan jenis pesawat Airbus 330-300 itu mengangkut 271 tamu, dua awak kokpit dan sembilan awak kabin. Termasuk Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warstito.

embed from external kumparan