Bawaslu Cek Pakta Integritas Pj Bupati Sorong untuk Menangkan Ganjar

20 November 2023 16:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu (9/4/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu (9/4/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
ADVERTISEMENT
Sempat beredar dokumen Pakta Integritas seiring ditangkapnya Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso oleh KPK. Pakta Integritas itu berisi data diri Yan Piet beserta lima poin pernyataan.
ADVERTISEMENT
Salah satu poinnya adalah pernyataan siap mencari dukungan dan memberikan kontribusi suara pada Pilpres 2024 minimal sebesar 60% +1 untuk kemenangan Ganjar Pranowo sebagai presiden di Kabupaten Sorong.
Terkait itu, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan sedang meminta Bawaslu Kabupaten Sorong mengecek Pakta Integritas tersebut.
"Kita lagi cek apakah bener atau tidak temuan tersebut. Kami lagi koordinasi dengan temen-temen Bawaslu Sorong. Kita lagi nunggu laporannya teman-teman Bawaslu Kota Sorong," kata Bagja di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/11).
Ia menegaskan, Pj kepala daerah terikat dengan UU ASN. Sehingga, mereka seharusnya netral di Pemilu 2024.
"Jadi Pj itu akan terikat jika yang bersangkutan adalah ASN. Akan terikat dengan UU ASN bahwa ASN harus netral, tidak memfasilitasi program, dan kegiatan tertentu untuk peserta pemilu tertentu," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga menyuap tim BPK Perwakilan Papua Barat Daya untuk menutupi hasil audit di Kabupaten Sorong.
Sementara Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto, membantah pihaknya menggunakan Pakta Integritas itu sebagai alat pemenangan.
Hasto mengatakan, Ketua TPN Arsjad Rasjid juga telah menekankan untuk tidak menggunakan cara curang seperti manipulasi politik.
"Oh kami tidak. Tadi dari Pak Arsjad juga menegaskan bahwa no black campaign, kita tidak mengenal model-model manipulasi drama, dulu ada Ratna Sarumpaet, dan ini, kan, muncul suatu drama-drama yang baru," kata Hasto, Sabtu (18/11).
"Kami tidak pakar menjadi sutradara, pemain, penulis naskah semua sekaligus. Kami enggak punya pengalaman di situ," lanjutnya.
ADVERTISEMENT