Bawaslu Tetap Usut Kasus Video Kampanye Ganjar, meski Sudah Dihapus
·waktu baca 2 menit

Bawaslu RI menegaskan laporan video yang berisi kampanye bacapres Ganjar Pranowo tengah diproses. Meski, video tersebut kini telah dihapus di media sosial resmi PDIP.
Sebelumnya, beredar video beberapa kader PDIP di akun X resmi milik PDIP yang mengajak masyarakat datang ke TPS pada 14 Februari 2024 untuk memilih Ganjar Pranowo.
“Alhamdulillah kalau sudah dihapus, tapi kalau sudah masuk di kami ya tidak (berhenti). Pasti kan dilanjutkan,” kata Ketua KPU Rahmat Bagja di Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (31/8).
Bagja melanjutkan, saat ini laporan itu masih dalam proses pemeriksaan Bawaslu. Meski ia mengakui, dalam video ini memang ada indikasi ajakan kepada pemilih.
“Temuan? Ada indikasi (ajakan memilih) kepala daerah, nanti kami lihat apakah tersangkut atau tidak, kami batasi kepala daerah ya,” tambah dia.
Bagja berpesan agar parpol dan politisi taat aturan. Ia mengingatkan, saat ini tahapan pemilu masih dalam masa sosialisasi dan tidak boleh ada ajakan mencoblos orang tertentu.
“Sekarang kan tidak boleh mengajak, batasan kita kan itu sama penggunaan frekuensi publik, berarti kan televisi ya. Kalau media sosial memang agak sulit ya. Tapi kan ya mengajaknya itu yang jadi batasan,” ujar Bagja.
Sejumlah kader PDIP sudah mulai mengajak warga memilih partai politik bernomor urut 3 dan bakal capres yang mereka usung, Ganjar Pranowo, pada Pemilu 2024.
Ajakan ini diungkapkan lewat akun resmi PDIP pada media sosial X--atau Twitter-- sejak 10 hari terakhir. Para kader melakukannya sambil mengenakan seragam kebesaran partai berlogo banteng.
"Saya Gibran Rakabuming mengajak seluruh warga untuk berbondong-bondong ke TPS di 14 Februari nanti untuk memilih PDI Perjuangan dengan Pak Ganjar. Terima kasih," kata Gibran dalam video itu.
Begitu pula yang dilakukan Bobby Nasution, mengajak warga memilih partainya dan Ganjar. Saat ini unggahan tersebut sudah dihapus dari akun X resmi PDIP.
