Bayar Tol Wajib Nontunai, BCA Cetak 13 Juta Kartu Flazz

Sejak akhir Oktober 2017, seluruh gerbang tol di Indonesia telah menerapkan 100% pembayaran nontunai. Hal ini berdampak pada tersedianya layanan pembayaran cashless yang diterbitkan oleh beberapa bank.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut menyambut baik peraturan tersebut dengan mencetak kartu uang elektronik (e-money) Flazz BCA sebanyak 13 juta kartu.
"Kita sudah punya 13 juta kartu tetapi memang yang ada saldo baru 5 juta kartu. Nah yang aktif user sekarang ini baru satu juta. Untuk jumlah tambahan kartu terakhir saya juga belum lihat angkanya tapi waktu itu udah puluhan ribu lah khusus untuk jalan tol," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat ditemui usai penyerahan donasi untuk UNICEF di Menara BCA, Jakarta, Senin (20/11).
Dari jumlah kartu tersebut, Jahja belum dapat memastikan besaran transaksi Flazz BCA. Jahja hanya memperkirakan jumlah endapan saldo saat ini baru berada di kisaran Rp 240 miliar.
"Relatif kecil sebenarnya. Karena saldo rata-rata kalau kita lihat per kartu hanya Rp 50.000. Saya enggak tahu pada saat nanti digunakan di jalan tol. Karena tol ada yang cukup tinggi biayanya jadi orang mau enggak mau harus taruh saldo lebih banyak. Mungkin bisa lebih dari Rp 240 miliar," jelas Jahja.

Saat ini, Gerbang Tol Otomatis (GTO) yang sudah 100% hanya melayani pembayaran nontunai adalah GT Pondok Gede Timur 2, GT Tambun (arah Jakarta), GT Bekasi Barat 2 & 3, GT Pondok Gede Barat 2, dan GT Bekasi Timur 2.
Dengan adanya penggunaan uang elektronik di gerbang tol ini diharapkan bisa mempersingkat waktu transaksi. Hal ini disebabkan penggunaan uang eletronik ini akan memangkas waktu transaksi lebih cepat dari separuhnya.
Selain Flazz BCA, transaksi elektronik di seluruh ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek juga bisa menggunakan uang elektronik e-Toll dan e-Money (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), TapCash (BNI), dan Blink (BTN).
