Bayi 13 Bulan Selamat dari Kecelakaan Maut di Jalur Ijen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kecelakaan Motor Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kecelakaan Motor Foto: dok. Istimewa

Duka mendalam dirasakan keluarga Tolak Edi (20) dan Alufia (19), warga Desa Nogosari, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jatim.

Mereka tidak menyangka rencana kunjungan keluarga besarnya ke Banyuwangi bakal berubah menjadi malapetaka.

Orang tua mereka atas nama Arwani (45) tewas setelah terlibat kecelakaan tunggal saat melintasi Jalur Ijen pada Rabu (8/12).

Sementara paman mereka atas nama Karsono (41), warga Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, dalam kondisi kritis dan harus mendapat perawatan insentif di RSUD Blambangan.

Beruntung, anak mereka yang masih berusia 13 bulan selamat tanpa mengalami luka pada tubuhnya.

kumparan post embed

Peristiwa nahas itu bermula saat satu keluarga ini hendak berkunjung ke tempat saudaranya di Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Mereka memilih Jalur Ijen dengan mengendarai sepeda motor karena jaraknya lebih dekat dibandingkan harus memutar lewat Kabupaten Jember.

Edi bersama istrinya menaiki sepeda motor Yamaha Vixon. Sementara ibu dan pamannya mengendarai motor matik Honda Vario. Lalu sang buah hati atas nama Ifza Arifita ikut bersama sang nenek.

“Putri saya ikut bonceng sama mbahnya. Saya posisi di belakang. Ibu mertua dan Pak Lek (paman) ada di depan,” kata Edi bercerita kepada awak media.

Ketika melewati Jalur Ijen, tepatnya di Sengkan Saleh, motor yang dikendarai pamannya tergelincir dan menabrak tebing di sisi kiri jalan.

Ibu dan paman beserta anaknya terpental ke badan jalan. Nyawa Arwani tak bisa diselamatkan dan tewas di tempat. Sedangkan pamannya, Karsono, mengalami luka berat di bagian kepala.

Ilustrasi kaki bayi. Foto: Shutter Stock

Anak mereka selamat tanpa mengalami luka. Bayi 13 bulan itu langsung diselamatkan oleh orang tuanya.

“Kronologi persisnya saya kurang tahu. Karena saya ada di belakang. Pas tikungan, turunan, tiba-tiba paman dan ibu sudah tergeletak. Istri saya langsung menyelamatkan anak kami,” ucap Edi.

Edi bersyukur buah hatinya selamat. Ia berharap pamannya yang masih kritis bisa diselamatkan.

Kapolsek Licin, Iptu Dalyono, mengatakan kecelakaan maut tersebut diduga kuat akibat pengendara motor kurang hati-hati saat melintasi turunan tajam di Jalur Ijen.

“Kondisi jalan sebenarnya bagus. Cuma agak licin karena habis diguyur hujan. Ditambah lagi turunannya tajam dan berkelok,” kata Dalyono.

Ia mengimbau masyarakat yang melintasi Jalur Ijen untuk lebih hati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya, mengingat saat ini masih musim penghujan sehingga menyebabkan jalan licin.