Bayi di Dalam Kardus Ditemukan di Samping Rumah Warga di Semarang, Polisi Usut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sesosok bayi laki-laki ditemukan di dalam kardus di samping rumah warga Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sesosok bayi laki-laki ditemukan di dalam kardus di samping rumah warga Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Bayi laki-laki ditemukan di dalam kardus di samping rumah warga Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Polisi masih menyelidiki siapa pembuang bayi malang tersebut.

Kapolsek Pedurungan Kompol Navy Pradhana Prima Satya mengatakan, bayi itu ditemukan oleh warga bernama Elita (42) saat sedang menyiram bunga sekitar pukul 05.30 WIB. Ia melihat ada kardus berwarna coklat yang kondisinya bergerak.

"Karena penasaran, saksi mendekati kardus dan memeriksanya. Setelah dibuka, ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi laki-laki yang diperkirakan baru saja dilahirkan," ujar Navy, Kamis (10/9).

Temuan itu kemudian dilaporkan ke warga lain hingga aparat kepolisian. Polisi kemudian mengevakuasi bayi tersebut ke RSIA Plamongan Indah.

"Berdasarkan keterangan dokter jaga, bayi tersebut diperkirakan baru lahir sekitar satu jam sebelum ditemukan," jelas dia.

Selain menemukan bayi, petugas juga menemukan kardus dan sejumlah pakaian yang masih terdapat bekas darah. Bayi tersebut memiliki panjang badan sekitar 49 sentimeter dengan berat kurang lebih 3,4 kilogram.

"Yang menjadi perhatian utama kami adalah keselamatan dan kondisi bayi. Setelah ditemukan, kami bersama warga segera memastikan bayi mendapatkan pertolongan medis," imbuh dia.

Meski begitu, ia menegaskan, pihaknya juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang membuang bayi tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Keterangan saksi, kondisi di sekitar lokasi, termasuk kemungkinan adanya rekaman CCTV, semuanya akan kami dalami untuk mengungkap siapa yang menempatkan atau meninggalkan bayi tersebut di lokasi," tegas Navy.

Pihaknya pun akan koordinasi Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), UPTD, Dinas Sosial Kota Semarang, serta pihak rumah sakit terkait perkembangan bayi.

"Kami berharap masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan orang tua atau pihak yang berkaitan dengan bayi ini dapat menyampaikannya kepada kepolisian," kata Navy.