Bayi Dugong di Thailand Mati Akibat Sampah Plastik Menumpuk di Perut

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mariam sang bayi duyung saat dia berenang di perairan sekitar Pulau Libong, provinsi Trang di Thailand Selatan. Foto: AFP/ARUNRUGSTICHAI
zoom-in-whitePerbesar
Mariam sang bayi duyung saat dia berenang di perairan sekitar Pulau Libong, provinsi Trang di Thailand Selatan. Foto: AFP/ARUNRUGSTICHAI

Seekor bayi dugong berusia 8 bulan di Thailand meninggal dunia akibat infeksi perut yang disebabkan oleh serpihan plastik.

Bayi dugong tersebut bernama Mariam, dia ditemukan pada April lalu di Pantai Krabi, Thailand Selatan dengan kondisi sakit.

Mariam sang bayi duyung saat dirawat oleh petugas Pusat Biologi Laut Phuketdia di perairan sekitar Pulau Libong, provinsi Trang di Thailand Selatan. Foto: AFP/ARUNRUGSTICHAI

Mariam dibawa dan dirawat di Koh Libong, Provinsi Trang. Sejak Rabu (14/8), kondisi Mariam semakin memburuk dan tim dokter memutuskan untuk memindahkan Mariam ke tanki pembibitan.

Mariam kemudian ditemukan tewas pada Sabtu (17/8) pukul 12.09 waktu setempat di tanki perawatannya.

"Dia meninggal karena infeksi darah dan nanah di perutnya," kata Kepala Taman Laut Provinsi Trang, Chaiyapruk Werawong, dilansir AFP, Sabtu (17/8).

Mariam sang bayi duyung saat dirawat oleh petugas Pusat Biologi Laut Phuketdia di perairan sekitar Pulau Libong, provinsi Trang di Thailand Selatan. Foto: AFP/ARUNRUGSTICHAI

Chaiyapruk menambahkan mereka menemukan beberapa potong sampah plastik di saluran ususnya.

Hasil otopsi menunjukkan bahwa plastik itu menyebabkan penyumbatan di perut yang berujung pada peradangan dan penumpukan gas.

Mariam sang bayi duyung saat dia berenang di perairan sekitar Pulau Libong, provinsi Trang di Thailand Selatan. Foto: AFP/ARUNRUGSTICHAI

"Kami dapat mengobati sebagian infeksi saluran pernapasan, tetapi penyumbatan sampah plastik tidak dapat disembuhkan," kata Nantarika Chansue, dokter hewan yang menangani Mariam.

"Dia mengajari kita cara mencintai kemudian pergi seolah berkata tolong beritahu semua orang untuk menjaga spesies kita dan melestarikannya," lanjutnya.