Bayi Korban Kecelakaan Kereta di Prambanan Meninggal Usai Dirawat di RS
ยทwaktu baca 3 menit

Seorang bayi korban kecelakaan Kereta Api (KA) Bangunkarta di perlintasan sebidang di Prambanan, Kabupaten Sleman meninggal dunia usai dirawat di rumah sakit.
Korban adalah MA, umur 2 bulan, alamat Lamper Tengah, Semarang Selatan. Saat kecelakaan dia berada di mobil Toyota Calya bersama keluarganya.
Mobil Calya tertabrak KA bersama dua sepeda motor lainnya.
"(Yang meninggal) bayi usia 2 bulan anak dari pengemudi mobil calya oranye," kata Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setiyarto dikonfirmasi, Kamis (13/11).
Dede mengatakan dengan tambahan korban ini maka total korban meninggal dunia menjadi empat orang.
Hal senada juga disampaikan Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi.
"Korban yang meninggal empat. Sekarang empat, yang bayi meninggal," kata Wiwit di kantornya, Kamis (13/11).
Perkembangan Penyelidikan
Wiwit mengatakan sekitar 7 saksi telah dimintai keterangan terkait kecelakaan yang terjadi pada Selasa (4/11) lalu. Saksi termasuk penjaga palang pintu hingga sopir truk yang sempat melintas sebelumnya.
"Masih kami kembangkan untuk nanti lebih tajam lagi. Sehingga ini apakah masuk laka ataupun ada kelalaian. Dan itu kami perlukan masih beberapa keterangan baik dari saksi ataupun dari pemegang SOP. SOP palang maupun SOP operasional perkeretaapian," jelasnya.
Soal palang yang tidak tertutup, Wiwit mengatakan saat kejadian palang dalam keadaan sudah mulai menutup.
"Sudah mulai menutup, turun dan terhalang sama truk tersebut. Namun ini belum bisa kita simpulkan. Apakah ada kesalahan dari penjaga palang atau kesalahan teknis atau kesalahan pengendara (truk)," katanya.
Sementara itu, Wiwit mengatakan CCTV terdekat ada di sebuah toko yang tidak mengkover gambar seluruh TKP.
"Kita masih mencari CCTV ataupun video amatir yang bisa membuat terang peristiwa ini," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Polresta Sleman melaporkan jumlah korban dalam kecelakaan yang melibatkan KA 161 Bangunkarta dengan sepeda motor dan mobil di perlintasan sebidang antara Stasiun Brambanan-Maguwo di Prambanan, Kabupaten Sleman, Selasa (4/11).
3 Tewas dan 6 luka dalam insiden ini. Dari 6 orang korban, 3 di antaranya adalah balita.
"Korban meninggal dunia (inisial) GJAG (26) alamat Tanjungsari, Manisrenggo (Klaten). S laki-laki alamat Sorosutan, Umbulharjo (Kota Yogyakarta, K perempuan alamat Sorosutan Umbulharjo (Kota Yogyakarta)," ujar Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, dalam keterangannya.
Mereka yang meninggal dunia merupakan dua pengendara motor dan satu pembonceng.
Sementara korban luka berdasarkan data Polresta Sleman sebagai berikut:
1. OENS (sopir) laki-laki 26 tahun, alamat Lamper Tengah, Semarang Selatan. Saat ini dirawat di RS Bhayangkara.
2. KMP perempuan 2 tahun, alamat Lamper Tengah, Semarang Selatan. Saat ini dirawat di RSI PDHI Kalasan.
3. NSA, perempuan 26 tahun, alamat Lamper Tengah, Semarang Selatan. Dirawat di RS Bhayangkara.
4. MA, umur 2 bulan, alamat Lamper Tengah, Semarang Selatan. Saat ini dirawat di RSI PDHI Kalasan.
5. SA asal Brebes, Jawa Tengah. Saat ini sedang diobservasi RSI PDHI Kalasan.
6. EAS perempuan umur 1 tahun 7 bulan. Saat ini sedang diobservasi RSI PDHI Kalasan.
Berdasarkan informasi empat korban yang berasal dari Semarang adalah pengendara dan penumpang mobil Toyota Calya yang tertabrak kereta. Sementara dua korban lain adalah pejalan kaki.
