kumparan
8 Mei 2019 16:56

Bebas dari Tuduhan Penistaan Agama, Asia Bibi Tinggalkan Pakistan

Putri Asia Bibi memegang foto ibunya
Putri Asia Bibi memegang foto ibunya. Foto: REUTERS/Adrees Latif
Asia Bibi, perempuan Kristen Pakistan yang dibebaskan atas tuduhan penistaan agama, dikabarkan telah meninggalkan Pakistan. Kepergian Bibi dari negara asalnya itu berselang enam bulan setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan upaya bandingnya dan mencabut seluruh tuduhan karena terbukti tidak bersalah.
ADVERTISEMENT
Pengacara Bibi, Saif Ul Malook, mengaku sudah mendengar kabar kepergian kliennya. Kendati belum berkomunikasi langsung dengan Bibi, sumber terpercaya mengabarkan bahwa Bibi telah berada di benua Amerika.
"Dari beberapa sumber yang saya percaya, Bibi telah pergi dan ia telah berangkat ke Kanada," kata Malook kepada Reuters, Rabu (8/5).
Saluran TV Pakistan Geo dan ARY juga memberitakan hal serupa. Sementara media DW melaporkan Bibi bertolak ke Kanada menyusul suami dan kelima anaknya yang turut telah berada di negara itu lebih dulu.
penistaan agama di Pakistan Asia Bibi, Saif-ul-Mulook
Pengacara pelaku penistaan agama di Pakistan Asia Bibi, Saif-ul-Mulook Foto: AFP/Farooq Naeem
Bibi dipenjara pada 2010 karena dituduh membuat pernyataan menghina Islam. Kala itu, Bibi terlibat pertengkaran dengan tetangganya yang muslim karena keberatan minum air dari gelas Bibi. Setelah itu, keduanya berselisih hebat, dan Bibi dituding oleh tetangganya menyelipkan perkataan menghina Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT
Kasus ini pun naik ke meja hijau. Bibi divonis melanggar pasal penodaan agama dan dijerat hukuman gantung.
Kasusnya telah memicu kemarahan umat Kristen di seluruh dunia dan menjadi sumber perpecahan di Pakistan. Dua politisi yang berusaha membantu Bibi dibunuh, termasuk gubernur provinsi Punjab, Salman Taseer, yang ditembak oleh pengawalnya sendiri.
Setelah Bibi dibebaskan MA atas segala tuduhan, kerusuhan kelompok garis keras yang mendukung undang-undang penodaan agama semakin memanas. Mereka menolak putusan MA dan memperingatkan Perdana Menteri Imran Khan agar Bibi tidak boleh meninggalkan Pakistan.
Mereka juga menyerukan agar Bibi, yang selama ini tinggal di safehouse, untuk dibunuh. Suami Bibi yang khawatir akan kondisi keluarganya lantas meminta sejumlah negara, termasuk Kanada, untuk menyediakan suaka.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, ancaman pembunuhan juga diterima kelima anaknya. Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memastikan dirinya telah melangsungkan pembicaraan dengan Pemerintah Pakistan mengenai Asia Bibi.
"Saya telah membicarakan (soal Asia Bibi) dengan Pemerintah Pakistan," sebut Trudeau seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (13/11).
"Ada konteks domestik yang rumit (dalam persoalan Asia Bibi), kami menghormati itu. Tapi saya ingatkan, Kanada adalah negara yang terbuka," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan