Beberapa Arahan Penting Prabowo saat Rapat Kerja di Istana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat pada Rapat Kerja Para anggota Kabinet Merah Putih dan jajaran lain di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4). Dalam rapat itu, ia menyampaikan sejumlah arahan penting.

Mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak, perang, pengaruh asing, hingga perizinan tambang. Berikut rangkumannya.

Prabowo: Tanpa Sadar Ego Kita Dipakai Kekuatan Asing, Itu Devide et Impera

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, mengingatkan para menteri agar percaya pada kekuatan nasional dan tidak mengedepankan ambisi pribadi yang singkat.

Prabowo menekankan pentingnya kepercayaan terhadap fondasi yang dibangun para pendiri bangsa dan mengingatkan bahwa seringkali pemimpin tidak menyadari potensi besar Indonesia.

“Jadi saudara-saudara percayalah pada sistem yang telah dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri, percayalah pada Indonesia,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, sikap terbuai oleh pemikiran jangka pendek serta ego masing-masing membuat bangsa mudah terpecah, dan hal itu kerap dimanfaatkan kekuatan luar melalui strategi adu domba. “Kita tidak sadar, kita terbawa oleh pemikiran kita yang jangka pendek. Kita terbawa oleh ambisi dan ego kita masing-masing,” katanya.

Prabowo lalu menegaskan bahwa kondisi tersebut telah dimanfaatkan ratusan tahun oleh kekuatan asing melalui “devide et impera”.

“Kita tidak sadar justru ratusan tahun ego ambisi ini digunakan oleh kekuatan asing, itu namanya devide et impera, ini bukan hal baru ini ada di buku-buku sejarah ribuan tahun,” tegas Prabowo.

Prabowo Ingatkan Fenomena Kritik Tanpa Kerja Sudah Ratusan Tahun Terjadi

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan fenomena masyarakat yang sering mengkritik tanpa ikut bekerja sudah terjadi sejak lama.

“Jadi saudara‑saudara ini fenomena tapi ini ada di banyak negara, sudah ratusan tahun,” ujar Prabowo.

Prabowo menuturkan bahwa hal itu bisa menjadi bibit timbulnya iri, dengki, dan kebencian di masyarakat, apalagi dengan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan yang menciptakan “echo chamber” sehingga kelompok kecil dapat membuat gaduh.

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih, 8 April 2026. Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo Harus ke Mana‑mana Demi Amankan Pasokan Minyak

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut dirinya sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, menyatakan bahwa perjalanan itu salah satunya untuk mengamankan pasokan energi nasional. Padahal ia keliling untuk mengamankan pasokan bahan bakar minyak.

“Aku harus kerja keras sekarang ini, enggak ada libur. Dibilang Prabowo jalan‑jalan ke luar negeri, seneng jalan‑jalan ke luar negeri, saudara‑saudara, untuk amankan minyak ya gue harus ke mana‑mana,” tegasnya saat Taklimat Presiden RI.

Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang pada awal April 2026 yang lalu di mana dia berhasil mengamankan beberapa kesepakatan di bidang energi dan menyatakan rencananya akan kembali melakukan kunjungan serupa.

“Saya berangkat lagi nih, aku mau berangkat lagi nih ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat, kau tau ke mana, amankan juga.”

Prabowo juga yakin bahwa Indonesia tetap aman di tengah gejolak konflik geopolitik.

“Jadi saya nih confident, enggak ada itu bagi saya Indonesia Gelap, enggak ada, Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” ucapnya.

Prabowo Janji Akan Bangun Seribu Desa Nelayan pada 2026

Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan membangun sebanyak 1.000 desa nelayan sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi prioritas pemerintahannya.

Ia menyatakan masyarakat bisa “nagih ke Prabowo berapa desa nelayan yang sudah selesai” karena pihaknya menargetkan program itu rampung pada Desember 2026 nanti.

“Saya merencanakan akan membangun seribu desa nelayan tahun 2026 ini, Desember 2026 dan kita akan cek saudara nanti bisa nagih ke Prabowo berapa desa nelayan yang sudah selesai,” kata Prabowo dalam Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Sebelumnya, pemerintah telah mencatat sejumlah Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah berdiri, dan hingga Januari 2026 sebanyak 19 unit KNMP telah selesai dibangun dan beroperasi, sementara target 65 unit tercatat dalam pembangunan tahap I hingga Mei 2026.

Sejumlah pejabat Eselon I K/L dan Dirut BUMN mengikuti rapat kerja pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Prabowo Ajak Jaga Alam: Kalau Pohon Ditebang, Bisa Terjadi Kekeringan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan, sebagai kunci menjaga ketersediaan air di Indonesia.

Prabowo menilai bahwa Indonesia sejatinya memiliki sumber daya air yang melimpah, bahkan dalam kondisi tertentu mengalami kelebihan air.

“Alhamdulillah negara kita masalah air tidak sebenarnya menjadi masalahnya kadang‑kadang kita kelebihan air. Kita ketawa kelebihan air, ini karunia, satu hari air turun di Bogor sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat, satu hari air turun di Bogor sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat demikian berkah yang kita terima dari Maha Kuasa,” ujar Prabowo dalam taklimatnya di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua wilayah Indonesia memiliki kondisi yang sama, terutama di kawasan timur yang masih menghadapi keterbatasan air.

“Ya di bagian‑bagian tertentu Negara kita Indonesia timur pulau‑pulau tertentu masih ada kesulitan air tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada tinggal mampu atau tidak Kita mendapatkannya dan menjaganya,” lanjutnya.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kekeringan adalah kerusakan lingkungan yang dilakukan manusia sendiri.

“Karena kadang‑kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita, hutan kita babat, pohon‑pohon di Gunung kita babat akhirnya air tidak dapat ditahan, terjadi kekeringan tapi hal ini dapat kita atasi,” tegasnya.

Prabowo: Saya Pastikan Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta Walau Harga Avtur Naik

Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah akan menurunkan biaya pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 meskipun harga avtur mengalami kenaikan tajam.

“Langkah‑langkah kita untuk amankan BBM, yang sudah kita putuskan adalah, yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta,” kata Prabowo.

Meskipun harga avtur naik, ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap akan menurunkan biaya haji untuk tahun ini sebagai bagian dari komitmen melindungi masyarakat, terutama lapisan paling bawah.

“Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Prabowo Minta Bahlil Cabut Semua Izin Usaha Tambang di Hutan Lindung

Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berada di wilayah hutan lindung, dengan batas waktu yang diberikan hanya dalam sepekan ke depan.

Prabowo mengatakan, berdasarkan laporan Bahlil, terdapat ratusan wilayah pertambangan yang tidak jelas berada di kawasan hutan, terutama di hutan lindung yang harus segera dicabut izinnya.

“Ada sekian ratus, Menteri ESDM segera evaluasi ya kalau tidak jelas cabut semua itu IUP‑IUP, cabut semua itu. Kita sudah tidak ada waktu untuk terlalu kasihan, tidak ada kasihan sekarang,” tegasnya saat Taklimat Presiden RI.

Ia menegaskan pemerintah hanya akan membela kepentingan nasional dan rakyat, bukan terhadap kelompok tertentu, dan menetapkan tenggat supaya pencabutan izin itu selesai hanya dalam sepekan, dengan evaluasi segera kembali dilaporkan kepadanya.

Prabowo: Perang di Mana‑mana, Kita Dapat Navigasi dari Hal Berbahaya

Presiden Prabowo Subianto bersyukur Indonesia masih dapat menghadapi krisis global di tengah konflik yang berlangsung di banyak negara saat memberi taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.

“Kita menghadapi keadaan dunia yang penuh dengan ketidakpastian dengan penuh konflik peperangan di mana‑mana yang telah mengakibatkan goncangan‑goncangan stabilitas dunia,” kata Prabowo dalam rapat kerja pemerintah.

Ia menyatakan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan arah bernegara sendiri merupakan bukti efektivitas dan keandalan pemerintahan yang dipimpinnya selama ini. “Alhamdulillah pemerintah kita, di mana saudara‑saudara adalah bagian dari pemerintah yang saya pimpin, sudah 1,5 tahun. Alhamdulillah kita dapat mengendalikan arah perkembangan, arah bernegara bangsa kita,” ungkap Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa Indonesia mampu menavigasi atau melewati berbagai hal berbahaya di tengah ketidakpastian dunia, menunjukkan bahwa pemerintah efektif, andal, dan mampu menjalankan tugas bernegara dengan baik. “Kita dapat navigasi melalui hal‑hal yang berbahaya, tapi 1,5 tahun ini alhamdulillah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita, efektif, pemerintah kita andal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik,” tambahnya.