Beda Sikap PDIP ke Budiman Sudjatmiko & Gibran meski Sama-Sama Dukung Prabowo

26 Oktober 2023 11:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
Bacawapres dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka usai mendaftarkan pencalonannya sebagai calon presiden dan wakil presiden di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bacawapres dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka usai mendaftarkan pencalonannya sebagai calon presiden dan wakil presiden di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (36), resmi jadi cawapres Prabowo Subianto (72). Saat mendaftar sebagai peserta Pilpres 2024 ke KPU, Gibran masih berstatus sebagai kader PDIP.
ADVERTISEMENT
PDIP juga tak bereaksi keras atas langkah Gibran ini. Beda cerita saat Budiman Sudjatmiko mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto.
Gibran bahkan bisa dibilang sedang "digantung" sama PDIP saat ini. Dipecat enggak, Gibran mundur juga enggak.

Keras ke Budiman Sudjatmiko

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjabat tangan dengan politisi Budiman Sudjatmiko usai berkunjung ke Kediaman Prabowo di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Budiman Sudjatmiko sempat menjadi sorotan karena menemui Prabowo di Jalan Kertanegara 4 pada 18 Juli 2023. Saat itu, Budiman masih berstatus kader PDIP.
Hal ini sungguh mengejutkan mengingat pada masa Orde Baru, keduanya berseberangan. Budiman yang merupakan aktivis prodemokrasi kala itu, rajin mengkritik pemerintah Soeharto. Sedangkan Prabowo sebagai petinggi militer, ada di pihak penguasa.
Bahkan Budiman sempat dipenjara Orba karena dituding menjadi dalang kerusuhan perebutan Kantor PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Kini, kantor PDI itu menjadi kantor PDI Perjuangan — partai yang kemudian menjadi tempat Budiman berkarier politik.
ADVERTISEMENT
Pada Pemilu 2014 dan 2019, Budiman sebagai politikus PDIP banyak mengkritik Prabowo, rival Jokowi.
Namun, menjelang Pemilu 2024, semuanya berubah. Budiman dan Prabowo terlibat hubungan yang cair.
Makin ke sini, sikap Budiman yang mendukung Prabowo makin terang. Sampai akhirnya, ada deklarasi relawan Prabowo Budiman Bersatu atau Prabu. Ini terjadi pada 19 Agustus 2023.
Budiman Sudjatmiko (berbatik merah) dan Prabowo Subianto hadir dalam deklarasi PraBu. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Sejak itu kedekatan mereka semakin lekat. Tentu beda dengan tensi di PDIP yang mengusung Ganjar Prabowo sebagai capres. Elite banteng menggelar rapat, Budiman akhirnya dipecat pada 24 Agustus 2023.
"Memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Saudara Budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," tulis putusan PDIP yang beredar tersebut.

Gibran Gimana?

Ketua DPP PDIP Puan Maharani Bertemu dengan Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka. Foto: Tim Media Puan Maharani
Kabar Gibran jadi cawapres Prabowo memang sudah santer terdengar sejak Mei 2023. Tapi, PDIP tidak pernah bereaksi keras.
ADVERTISEMENT
Tensi meningkat ketika memasuki Oktober, mendekati pendaftaran peserta pilpres. Gibran terbang dari Solo lewat Semarang ke Jakarta pada Jumat, 20 Oktober. Setiba di Jakarta, Gibran informasinya bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Belakangan terungkap, dalam pertemuan itu, Gibran pamit ke Puan, tapi tak diungkap juga pamit untuk mundur dari PDIP atau hanya pamit untuk menjadi cawapres Prabowo.
Bacapres-Bacawapres dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyapa pendukungnya saat menuju ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan pendaftaran Pilpres, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Gibran lalu sowan ke pada ketua umum Koalisi Indonesia Maju (KIM) satu per satu.
Sampai akhirnya waktu pendaftaran tiba, 25 Oktober. Gibran datang ke rumah Prabowo di Jalan Kertanegara. Prabowo-Gibran tampak kompak mengenakan kemeja biru muda — warna yang tak mewakili partai mana pun.
Perjalanan dilanjutkan ke Indonesia Arena, GBK, Jakarta. Di sana, untuk pertama kalinya Gibran bicara sebagai cawapres di hadapan para relawan, pendukung, dan simpatisan.
ADVERTISEMENT
Acara lanjut ke KPU untuk mendaftarkan secara resmi ikut Pilpres 2024 sebagai cawapres Prabowo.
Ketua DPP Puan Maharani bersama Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, tiba di Gedung High End, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Ini jelas dan terang benderang Gibran menyeberang ke kubu Prabowo walau status masih kader PDIP. Gibran menjadi rival paslon PDIP, Ganjar-Mahfud.
Namun, Puan adem ayem saja menanggapi keputusan anak sulung Presiden Jokowi itu. Soal status Gibran juga lagi-lagi tak diungkap.
"Benar sudah ketemu ngobrol-ngobrol banyak hal yang kita bicarakan dan ya udah enggak masalah. Mas Gibran pamit dan ingin menjadi cawapres dari Mas Prabowo," tutur Puan usai rapat TPN Ganjar di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).
"Enggak ada (mundur), enggak mengembalikan KTA enggak ada. Hanya pamit untuk menjadi cawapres Pak Prabowo," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Belum ada pihak PDIP yang bisa dikonfirmasi tentang perbedaan sikap terhadap Budiman Sudjatmiko dan Gibran ini.