Begal di Antapani Bandung: Ayunkan Golok, Embat Motor

17 Oktober 2023 13:54 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi begal motor. Foto: Sukh Simran Singh Gandam/EyeEm/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi begal motor. Foto: Sukh Simran Singh Gandam/EyeEm/Getty Images
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pembegalan terjadi di Jalan Randusari Raya, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, pada Senin dini hari (16/10). Saat beraksi, para pelaku tak segan untuk mengayunkan golok ke korban.
ADVERTISEMENT
Meski tak terlalu terlihat jelas, berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi, korban terdengar sempat berteriak minta tolong ketika dibegal. Beberapa warga pun terlihat sempat mengejar para pelaku.
Salah seorang warga setempat, Yana Nurdin (25 tahun), mengatakan aksi pembegalan itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Ketika itu, situasi di sekitar Jalan Randusari Raya sedang sepi karena sejumlah toko yang berderet di sisi jalan sudah tutup.
"Lagi sepi, toko udah pada tutup," kata dia ketika ditemui pada Selasa (17/10).
Menurut Yana, ada tiga pelaku yang melakukan aksi pembegalan. Mereka beraksi dengan dilengkapi golok dan menutupi wajahnya memakai masker. Golok itu bahkan sempat dihantamkan dan mengenai helm korban.
"Korbannya ke portal lari minta bantuan. Si pelaku sempat mengayunkan golok," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Yana menyebut, korban tak menderita luka akibat hantaman golok dari pelaku. Namun, motor korban dibawa kabur oleh pelaku. Warga sempat mengejar para pelaku tapi tak terkejar.
"Pelakunya kabur. Kata korban ada tiga pelakunya," ujar dia.
Belum diketahui identitas dari para pelaku maupun korban. Adapun aksi pembegalan baru pertama kali terjadi di Jalan Randusari Raya. Yana pun mengaku khawatir atas adanya kasus pembegalan itu karena pelaku melengkapi diri dengan senjata tajam.
"Kalau di depan sini mah baru pertama kali. Palaur (berisiko)" kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Antapani, AKP Yusuf Tojiri, membenarkan adanya peristiwa itu. Kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.
"Betul, belum terungkap, masih penyelidikan," kata dia.