Begini Cara Orang Jerman Potong Rambut Selama Social Distancing

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria menggunakan masker berjalan di Cologne, Jerman. Foto: REUTERS / Thilo Schmuelgen
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria menggunakan masker berjalan di Cologne, Jerman. Foto: REUTERS / Thilo Schmuelgen

Selama hampir selama tujuh minggu, pusat bisnis di Jerman harus ditutup karena pandemi virus corona. Termasuk di antaranya salon dan tempat pangkas rambut.

Selama periode tersebut, warga di Jerman harus membiarkan rambut mereka tumbuh panjang. Jika ada warga yang tidak tahan dengan rambut gondrongnya, mau tak mau mereka harus memotong rambut mereka sendiri dengan hasil seadanya.

Kini setelah peraturan terkait social distancing dilonggarkan dan bisnis kembali dibuka, salon menjadi salah satu tempat yang diserbu oleh warga yang sudah gerah dengan rambut gondrongnya.

Hanya saja, bisnis ini tidak lagi sama seperti sebelum adanya virus corona. Sebab aktivitas potong rambut mengharuskan setidaknya dua orang berdekatan dan bersentuhan di mana hal itu berpotensi menyebarkan virus corona lebih tinggi.

Maka dari itu, dibuat aturan ketat yang harus ditaati jika seseorang ingin memotong rambutnya di salon.

Ilustrasi potong rambut Foto: Pixabay

Pertama, tidak ada lagi ruang tunggu, tidak ada majalah baik di salon maupun tempat pangkas rambut. Pelanggan harus membuat janji jauh-jauh hari jika ingin memotong rambutnya di salon. Mereka hanya diizinkan masuk ke salon pada waktu yang telah ditentukan.

Kemudian, sebelum memulai proses pemotongan rambut, pelanggan harus mengisi data diri mereka meliputi nama, alamat, nomor telepon, waktu tiba dan pergi dari salon, serta tanda tangan.

Informasi itu berguna agar pelanggan dapat mudah dihubungi jika ada terjadi kasus infeksi virus corona pada hari pelanggan tersebut datang.

Semua orang yang ada di dalam salon harus disemprot cairan disinfektan setiap berganti pelanggan, termasuk sisir dan gunting. Potong rambut tanpa dicuci tidak diizinkan. Pekerja salon harus memegang rambut pelanggan dengan menggunakan sarung tangan.

Setelah benar-benar bersih, barulah sarung tangan boleh dilepaskan ketika rambut akan digunting. Blow rambut juga tidak diizinkan untuk menghindari terbangnya virus melalui udara. Sementara layanan-layanan seperti merapikan janggut dan sulam alis juga tidak diperbolehkan.

Ilustrasi potong rambut Foto: Pixabay

Selain itu, pelanggan dan pekerja salon harus sama-sama memakai masker, juga saat rambut sedang dipotong. Ketika daerah bagian telinga ingin dirapikan, pelanggan dapat melepaskan karet masker dalam waktu singkat dan menahan masker dengan menggunakan tangan agar hidung dan mulut tetap tertutup.

Ada juga jarak aman sekitar 1,5 meter antara pelanggan yang satu dan lainnya harus diterapkan. Itu artinya, salon yang berukuran kecil kemungkinan besar hanya dapat melayani satu pelanggan dalam satu waktu.

Lebih lanjut, berkomunikasi secara berhadap-hadapan wajah tidak diizinkan. Jika ada yang ingin dibicarakan antara pekerja salon dan pelanggan, komunikasi harus dilakukan melalui cermin.

Jika peraturan-peraturan tersebut dilanggar, pemilik salon dapat dikenakan denda sebesar 500 euro atau sekitar Rp 8,1 juta.

Wah, potong rambut di Jerman memang ketat sekali ya. Tapi ini semua demi keselamatan bersama.

Laporan kontributor kumparan di Jerman, Daniel Chrisendo

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona