Begini Jadwal Makan Jemaah Haji RI: Tak Boleh Lewat dari Jam Ditentukan!

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menu makanan untuk jemaah haji Indonesia yang berada di dapur katering Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menu makanan untuk jemaah haji Indonesia yang berada di dapur katering Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Pelayanan haji tahun 2022 mengalami peningkatan dari sebelumnya salah satunya dalam penyediaan makan. Mulai tahun ini, jemaah haji akan mendapatkan tiga kali makan: pagi, siang, malam.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid, mengatakan makanan bagi jemaah disajikan dengan keterangan waktu. Sebab, lebih dari jam yang ditentukan, makanan tak layak makan.

"Misal makan pagi paling lambat pukul 11.00. Kalau sudah pukul 11.00, saya sarankakn jemaah jangan dimakan. Kalau sudah terlewat jam tertulis dibuang saja," ucap Subhan dalam paparan kepada Media Center Haji, Rabu (26/5).

Sebab pernah ada kejadian jemaah mengeluhkan makanan yang disantap basi, ternyata karena sudah melebihi jam yang sudah ditentukan dalam bungkus sajian.

Bus untuk jemaah haji di Arab Saudi. Foto: Kemenag

Subhan mengurai pelayanan konsumsi berdasarkan wilayah:

  • Di Madinah mendapatkan 27 kali makan

  • Di Makkah 75 kali makan (10 kali makan dalam bentuk siap saji), tanggal 5, 6, dan 7 Zulhijah (3 hari sebelum Arafah), serta 14 dan 15 Zulhijah (2 hari setelah Mina).

  • Di Bandara Jeddah diberikan 1 kali makan saat kedatangan dan kepulangan

  • Puncak Haji (Arafah, Muzdalifah, Mina), diberikan 16 kali makan (4 kali makan dalam bentuk siap saji).

Selera Nusantara

Subhan menjelaskan menu makanan untuk jemaah haji Indonesia adalah sajian nusantara. Pada musim haji 2019, pernah diberlakukan sistem zonasi. Jadi jemaah dari provinsi tertentu dapat menu khas provinsinya.

Namun, menjadi sulit karena provinsi besar dihuni penduduk dari berbagai suku yang membuat menu makan akan variatif. Seperti Jakarta diisi suku Minang yang gemar rendang, Jawa senang gudeg, Bugis gemar konro, Sunda senang lalapan, dan lainnya.

Karena itu, pada musim haji kali ini yang terpenting adalah menu yang disajikan khas Indonesia.

"Jadi yang penting selera nusantara (bukan zonasi)," tuturnya.

Berikut menu makan yang akan diterima jemaah haji Indonesia:

Menu jemaah haji di Madinah. Foto: Kemenag RI
Menu jemaah haji di Makkah. Foto: Kemenag RI
Menu jemaah haji di Makkah. Foto: Kemenag RI