Begini SOP dari BGN bila Terjadi Insiden Keracunan MBG
ยทwaktu baca 3 menit

Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya sudah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) jika terjadi kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG). Namun, kasus keracunan belakangan masih saja terjadi di berbagai daerah.
Terbaru di Bandung Barat, korbannya mencapai ratusan siswa dari tingkat SD hingga SMA.
Lantas, sebenarnya bagaimana SOP yang dibuat BGN?
Dikutip dari laman resmi BGN, Rabu (24/9), Deputi Sistem Tata Kelola Badan Gizi Nasional telah meluncurkan Kompilasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Sanitasi dan Keamanan Makanan.
SOP ini merupakan panduan komprehensif yang mencakup berbagai aspek penting dalam rantai penyiapan dan penyajian makanan bergizi.
"Penerapan SOP ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan keamanan pangan dan memastikan kualitas gizi yang diberikan kepada masyarakat. Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan SOP agar sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat," kata Kepala Kedeputian Sistem dan Tata Kelola, Tigor Pangaribuan.
"Kami, dari Deputi Sistem Tata Kelola, telah mencurahkan perhatian besar dalam penyusunan panduan ini untuk memastikan setiap detailnya dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan. Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan SOP agar sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat, ungkap, Tigor.
Penyusunan SOP merupakan bagian dari Skema Sertifikasi Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional.
"Saat ini SOP masih dalam proses pematangan lebih lanjut juga ke depannya akan dilaksanakan sosialisasi terkait SOP, Pedoman dan Juknis," kata Tenaga Ahli Sistem Tata dan Kelola, Alfa Riza.
Deputi Sistem Tata Kelola Badan Gizi Nasional berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan gizi melalui penerapan standar operasional yang ketat dan terukur. Kompilasi SOP ini diharapkan menjadi acuan bagi seluruh pihak terkait dalam menciptakan lingkungan pelayanan gizi yang aman, higienis, dan terpercaya.
Berikut kumparan rangkum SOP yang disusun BGN:
1. Bagaimana jika terjadi keracunan dalam implementasi pertama progam?
Kontrol kualitas makanan yang akan diberikan selalu dilakukan oleh Kepala SPPG dan ahli gizi dengan mekanisme makanan sebelum disajikan diperiksa dan dipastikan terkemas dalam keadaan higienis dengan beberapa langkah:
SPPG selalu memisahkan sample makanan yang diberikan pada hari itu untuk dilakukan uji lab
SPPG selalu menjaga hygienitas makanan yang disajikan
SPPG selalu dibersihkan setiap hari dan melakukan pest control setiap 1 minggu
BGN memitigasi risiko terkait keamanan pangan di antaranya penerapan NKV (Nomor Kontrol Veteriner)
BGN juga mengembangkan SOP jika terjadi keracunan makanan
2. Bagaimana memastikan tidak ada penyelewengan dan korupsi dalam pengadaan dan distribusi makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis?
Mekanisme melalui Bantuan Pemerintah dengan model at cost (Pembayaran dilakukan berdasarkan pengajuan pembelian bahan baku)
Pembelian bahan baku dengan penggunaan sistem e-katalog (koperasi/bumdesa sebagai penyedia bahan baku)
Pengendalian dan operasionalisasi SPPG dilakukan oleh Kepala SPPG () bekerja sama dengan penerima bantuan (yayasan), di mana pencairan hanya bisa dilakukan bersama antara penerima bantuan dan Kepala SPPG (perwakilan BGN) dan ini menggunakan mekanisme perbankan yang diatur ketentuannya oleh BGN
Monitoring oleh Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional
Bagaimana memastikan kandungan gizi tetap baik di tengah proses pengiriman yang mengalami hambatan infrastruktur dan kondisi cuaca yang tidak baik? Jalan rusak hingga musim hujan dan longsor, Di mana akses jalan banyak terjadi penutupan?
Kepala SPPG harus memastikan setiap hari bahwa pengiriman makanan dilakukan dalam kondisi yang aman dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Kepala SPPG harus mempunyai perencanaan dalam situasi darurat berkoordinasi dengan Pemerintah setempat.
