Begini Suasana Mal di Semarang di Hari Pertama PPKM Darurat
·waktu baca 2 menit

Pusat perbelanjaan modern atau mal di Kota Semarang ditutup untuk membatasi kegiatan masyarakat selama PPKM Darurat.

Seluruh gerai yang tidak termasuk kategori sektor esensial ditutup total, kecuali swalayan atau gerai obat-obatan saat PPKM Darurat ini.
Sementara tenan-tenan makanan atau restoran hanya diperbolehkan melayani take away dengan pembatasan yang sangat ketat.
Beginilah suasana di Mal Ciputara Semarang pada hari pertama pemberlakukan PPKM Darurat di Semarang. Sebagian besar tenant tutup, hanya supermarket dan toko obat-obatan yang buka. Gerai makanan boleh buka tetapi hanya untuk dibawa pulang atau take away.
Mall Manager Ciputra Semarang, Ani Suyatni mengatakan, mal yang terletak di kawasan simpang lima ini akan tutup mulai 3 hingga 20 Juli 2021.
“Ketentuan ini tentu sangat berat bagi kami. Tapi karena untuk sesuatu yang lebih baik untuk memutus mata rantai penularan, kami pun support. Kami berharap masyarakat benar-benar patuh ketentuan PPKM ini juga,” ujar Ani, Sabtu (3/7).
Meski begitu, ada 14 tenant makanan dan minuman yang akan tetap melayani take away dan delivery.
“Kami siapkan meeting point untuk tenant dalam melayani customer dan ojol yang take away dan delivery," kata dia.
Sementara, untuk supermarket dan toko kesehatan apotek yang ada di dalam mal tetap operasional. Masyarakat yang akan berbelanja ke tiga toko tersebut bisa melalui pintu mal sisi utara di Jalan Anggrek.
“Selama mal tutup, kami juga meminta tenant yang tutup untuk kontrol secara berkala ke toko mengingat penutupan ini cukup lama. Dan sekali lagi, semua karyawan yang beraktivitas di dalam mal walaupun dalam kondisi tutup, tetap harus memperhatikan prokes, ini jadi concern kami,” ujar dia.
Pihaknya berharap penutupan pusat perbelanjaan modern meruapakan kali pertama dan terkahir.
“Semoga ini yang pertama dan terakhir kali penutupan pusat perbelanjaan selama ini,” kata Ani.
