kumparan
13 November 2018 10:15

Bela Pengacara Asia Bibi, Kedutaan Belanda Terima Ancaman

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok
Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok (Foto: AFP/Emmanuel Dunand)
Pemerintah Belanda memanggil pulang beberapa staf kedutaannya di Pakistan. Keputusan tersebut diambil usai mereka menerima ancaman karena memberikan perlindungan bagi pengacara Asia Bibi.
ADVERTISEMENT
Saif-ul-Mulook diketahui terbang ke Belanda usai Asia Bibi yang merupakan perempuan Nasrani tersangka penistaan agama dibebaskan dari hukuman mati.
Dibebaskannya Bibi dari hukuman mati membuat Pakistan memanas. Partai politik garis keras dan konservatif menggelar unjuk rasa besar dan menutup jalanan di sejumlah kota besar di Pakistan. Beberapa pihak bahkan mengancam akan membunuh Mulook.
penistaan agama di Pakistan Asia Bibi, Saif-ul-Mulook
Pengacara pelaku penistaan agama di Pakistan Asia Bibi, Saif-ul-Mulook (Foto: AFP/Farooq Naeem)
Karena situasi tak kondusif Mulook memilih kabur ke Belanda yang sebelumnya telah menawarkan untuk menampung dirinya sementara waktu.
Tawaran Belanda tersebut ternyata dikecam kelompok penentang Bibi di Pakistan. Hal itu membuat Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengambil tindakan demi melindungi perwakilan serta indvidu yang terkait dengan negaranya di Pakistan.
"Sayangnya ada beberapa ancaman yang ditargetkan ke Belanda dan diplomat Belanda. Saya sudah membicarakan hal ini dengan kerabat kami di Pakistan," sebut Blok seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/11).
ADVERTISEMENT
"Sejak Senin (12/11) Kedutaan kami tutup lebih cepat, dan sebagian besar staf kedutaan kami pulangkan ke Belanda," sambung dia.
Pengetatan keamanan di Kedubes Belanda di Pakistan sudah terlihat sejak Jumat (9/11) pekan lalu. Sejumlah besar aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga gedung Kedutaan.
Selain itu, Kedutaan Belanda memutuskan untuk menghentikan layanan visa untuk sementara waktu dikarenakan alasan yang di luar kendali mereka.
Asia Bibi
Asia Bibi. (Foto: AFP/ARIF ALI)
Kasus yang penistaan agama Asia Bibi terjadi pada 2010. Ibu beranak lima tersebut divonis mati setahun kemudian.
Bibi dinyatakan bersalah karena menghina Islam saat bertikai dengan tetangganya. Vonis Bibi dibatalkan MA pada awal November lalu setelah tim kuasa hukumnya mengajukan banding.
Hingga kini, setelah bebas pekan lalu lokasi Bibi berada masih belum diketahui. Namun, Pemerintah Pakistan menyatakan, Bibi berada di tempat yang aman.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan