Belarusia Tawarkan Senjata Nuklir bagi Negara yang Dukung Rusia Lawan Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto: Lintao Zhang/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto: Lintao Zhang/Pool via REUTERS

Belarusia akan menawarkan senjata nuklir bagi setiap negara yang memihak Rusia dalam melawan Ukraina dan pengaruh Barat.

Sekutu dekat Moskow ini juga mengajak negara pecahan Uni Soviet untuk bergabung dalam ‘Negara Serikat’ Rusia-Belarusia agar dapat meningkatkan kemampuan militernya melalui kepemilikan senjata nuklir.

Dikutip dari Reuters, tawaran tersebut disampaikan secara langsung oleh Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi nasional pada Minggu (28/5) malam waktu setempat.

Lukashenko — sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin dan yang paling setia itu, mengatakan bahwa tawaran untuk bergabung dalam ‘Negara Serikat’ merupakan kesempatan tepat guna menyatukan kembali 15 negara pecahan Uni Soviet.

“Saya tidak berpikir [Presiden Kazakhstan] Kassym Tokayev khawatir tentang ini, tetapi jika sesuatu tiba-tiba terjadi, maka tidak ada yang keberatan Kazakhstan dan negara-negara lain memiliki hubungan dekat yang sama seperti yang kita miliki dengan Federasi Rusia,” kata Lukashenko.

Pertemuan Presiden Belarusia Alaxander Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Sergei Chirikov/Pool via REUTERS

“Jika ada yang khawatir [maka] caranya sangat sederhana: bergabunglah dengan Negara Kesatuan Belarusia dan Rusia. Itu saja: akan ada senjata nuklir untuk setiap orang,” sambung dia.

Lukashenko menambahkan, Rusia selaku pemilik senjata nuklir terbesar di dunia dinilai mampu membantu meningkatkan kemampuan militer suatu negara. Namun, dia menegaskan bahwa itu merupakan pendapat pribadinya sendiri, bukan pandangan Rusia.

Pernyataan Lukashenko muncul setelah militer Moskow pada pekan lalu bergerak maju untuk menempatkan senjata nuklir taktis di Belarusia guna mengadang serangan dari negara NATO.

Pengerahan hulu ledak serupa di luar wilayah Rusia pertama kalinya dilakukan Kremlin sejak Uni Soviet runtuh pada 1991 — yang memicu kekhawatiran di Barat.

Pada Minggu (28/5), Kementerian Pertahanan Belarusia melaporkan, satu unit sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 telah tiba dari Moskow. Sistem ini juga dilaporkan akan segera disiapkan untuk mode tempur.

Dua pembom strategis jarak jauh Rusia Tu-22M3 selama latihan militer bersama dengan Angkatan Udara Belarusia di wilayah udara Belarusia, dalam foto selebaran ini yang dirilis 5 Februari 2022. Foto: Kementerian Pertahanan Belarusia/Handout via REUTERS

Adapun Rusia dan Belarusia secara resmi merupakan bagian dari ‘Negara Serikat’ — sebuah persatuan dan aliansi tanpa batas antara dua negara pecahan Uni Soviet.

Beberapa waktu lalu, keduanya menyepakati perjanjian kerja sama nuklir, yang mana Rusia dapat menempatkan senjata dan mengerahkan serangan nuklir dari Belarusia apabila terjadi serangan pemicu.

Selain itu, Moskow juga telah menggunakan wilayah Belarusia sebagai landasan bagi ratusan pasukannya untuk memasuki perbatasan Ukraina, sehingga invasi terjadi pada Februari 2022 lalu.

Sejak saat itu pula, hubungan dan kerja sama di bidang militer antara Rusia dan Belarusia semakin intensif serta kedua negara tetangga ini acap kali melakukan latihan militer gabungan.