Belasan Penerbangan Tertunda Akibat Pesawat Tergelincir di Wamena

Sekitar 14 penerbangan dari dan tujuan Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, tertunda selama tiga jam setelah pihak Bandar Udara (Bandara) Wamena menutup akses akibat pesawat Tri M.G Asia Airlines tergelincir di landasan pacu.
"Tadi rata-rata baru flight satu-dua. Kalau masih tiga-empat flight dikalikan kurang lebih enam-tujuh perusahaan penerbangan yang beroperasi berarti cukup banyak yang terhambat," kata Palaksana Harian Kepala Bandar Wamena Eddy Hallatu di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa (18/7), seperti dilansir Antara.
Eddy mengatakan pesawat dari Mimika tujuan Wamena itu tergelincir pukul 12.49 WIT, sehingga pada pukul 13.00 WIT akses ke bandara sudah ditutup dan baru dibuka pada pukul 15.20 waktu setempat.
"Kita buka sampai pukul 17.30 WIT, kita coba toleransi melewati jam operasional yaitu pukul 16.00 WIT," katanya.

Kronologi pesawat tergelincir, kata Eddy, terjadi setelah jarak 340 meter dari lokasi pendaratan awal dan langsung pesawat miring ke arah kiri dan keluar landasan pacu.
"Kurang lebih dari ujung landasan pacu 15 itu berkisar 1.300 meter pesawat berhenti," katanya.
Kondisi pesawat rusak berat karena dua ban kiri bersama penyangga ban lepas dari badan pesawat, dan sayap kiri patah.
"Terkait penyebabnya kami masih tunggu tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengecek penyebab insiden ini," katanya.
Eddy juga mengatakan pihak bandara telah mengeluarkan muatan pesawat nahas tersebut untuk ditimbang ulang apakah melebihi kapasitas muat atau tidak.
"Lima awak pesawat semua baik-baik. Kapten Penerbangan Pa Tatan, kopilot warga negara Korea Selatan Qihali. Terkait penumpang yang katanya anggota polisi saya belum dapat informasi dari pihak Tri M.G, tetapi kami akan cek lagi," katanya.
Menurut dia, letak badan pesawat yang berada di pinggiran landasan pacu tidak menghambat penerbangan.
"Terkait evakuasi badan pesawat, untuk sementara masih tetap di kondisinya sampai tim KNKT turun untuk pemeriksaan setelah itu baru kita bisa evakuasi," katanya.

